Chicken Soup for The SEOers
Oke lah, judulnya emang ngasal, hehehe, soalnya bingung tulisan ini mau dikasih judul apa. Yg jelas, artikel kali ini berisi sekelumit catatan singkat mengenai SEO (Search Engine Optimization) yg “disimpulkan” berdasarkan pengamatan pribadi beberapa minggu terakhir ini. Kata kunci yg dianalisa adalah “pisang goreng anget” dan “belajar adsense”. Ya, sebelumnya saya klarifikasikan, kontes review blog yg saat ini masih berlangsung sebenarnya dimaksudkan untuk menganalisa beberapa elemen SEO. Jadi, seperti yg sering saya beritahukan, semua yg saya dapatkan dari teman2 sekalian pasti saya kembalikan lagi, apapun bentuknya :)
Kekuatan Anchor Link
Dari proyek “belajar adsense”, terbukti bahwa salah satu elemen SEO yg memiliki peranan kuat adalah anchor link yg digunakan. Terbukti bahwa tanpa bekal On Page SEO sama sekali, halaman utama blog ini yg dilink oleh beberapa rekan menggunakan anchor link “belajar adsense” mampu bertengger di posisi 1 baik untuk Google maupun Yahoo. Ini ditambah dengan penggunaan anchor link dalam bentuk kalimat sehingga berkesan lebih alami.
Bagaimana dengan MSN? Anda akan temukan jawabannya di bawah.
Masih Pentingkah URL dan Judul Halaman?
Dengan lebih mengedepankan anchor link atau backlink, Yahoo dan Google sepertinya meletakkan relevansi URL dan judul halaman dengan keyword di urutan yg kesekian. Jika diamati pada halaman pertama search result untuk query “belajar adsense”, baik Yahoo maupun Google, terlihat bahwa hanya sebagian saja yg menggunakan kata kunci “belajar adsense”. Yg menggunakan pun tidak semua menggunakan full phrase “belajar adsense”, melainkan ada yg hanya menggunakan satu kata saja. Dua situs berikut ini misalnya (posisi 4 dan 5 di Google):
Yg menarik, MSN sepertinya lebih mempertimbangkan kedua elemen SEO ini, terutama judul halaman, dibandingkan anchor link. Selain itu, untuk pencarian dengan query “belajar adsense”, kata kunci pertama lebih diutamakan relevansinya terhadap hasil pencarian. Perhatikan posisi 3 sampai 5 di MSN berikut ini:
Dari sisi backlink, ketiga halaman tersebut relatif kurang populer dibandingkan halaman2 lain di posisi yg lebih rendah. Namun dengan menggunakan kata kunci yg relevan di title dan URL, mereka mampu untuk menduduki peringkat atas di MSN.
The New King?
Apakah jargon content is the king masih berlaku? Ini patut dipertanyakan karena hanya berbekal backlink dan anchor link yg sesuai saja, blog ini terbukti dapat berada di posisi 1 untuk Google dan Yahoo. Selain blog ini, pada Google, hanya posisi nomer 8 yg contentnya tidak mengandung kata “belajar” (perhatikan gambar di bawah). Sedangkan pada Yahoo, halaman di peringkat 6 dan 7 lah yg content-nya tidak mengandung kata kunci “belajar” (peringkat 6 juga tidak mengandung kata kunci “adsense”).
MSN lagi2 tidak mau seragam dengan saingannya. Bagi MSN, content masih menjadi raja. Ini terlihat dari posisi 1 dan 3 untuk kata kunci “belajar adsense” yg semuanya mengandung phrase “belajar adsense” di content.
Watch Where You Stand!
Beberapa lalu, saat blog ini sempat diletakkan di server IIX, ternyata ranking untuk kata kunci “pisang goreng anget” yg telah dipegang selama berbulan2 menjadi drop. Demikian pula untuk “belajar adsense”, blog ini berada di luar 20 besar. Namun, 2-3 hari setelah saya kembali menggunakan server US, SERP untuk “belajar adsense” langsung menyodok ke urutan pertama, sedangkan untuk “pisang goreng anget” butuh ekstra beberapa hari untuk bisa kembali ke peringkat pertama (sebetulnya kedua tapi berhubung sekarang posisi pertama ditempati oleh Technorati, jadi bisa diabaikan).
Hal ini sedikit membuktikan, lokasi server hosting kita juga akan berpengaruh terhadap posisi di mesin pencari, khususnya untuk yg menggunakan server mesin pencari non-lokal (google.com atau yahoo.com misalnya).
Dessert
Sebagai penutup, perlu diingat bahwa kesimpulan di atas hanya lah berdasarkan hasil pengamatan sementara. Apa yg saya katakan belum tentu valid mengingat Google memiliki banyak data center (DC) untuk menyimpan hasil pencarian dan bisa saja antara DC satu dengan DC lainnya memiliki hasil yg berbeda.
Selain itu, seperti kata rekan saya di SEO-Indonesia, SEO bukan ilmu pasti. Jadi jangan terlalu menjadikan kesimpulan di atas sebagai patokan. Yg penting, pastikan saja situs atau halaman yg ingin Anda optimasi telah mempraktekkan dasar2 SEO, baru kemudian lakukan perburuan backlink dengan menggunakan anchor link yg tepat dan situs yg setopik. Utamakan pula one-way link yg biasanya lebih muda untuk didapat dengan menggunakan tehnik link bait.
Jika ada yg punya pendapat, masukan, sanggahan, atau kesimpulan yg berbeda, mari berdiskusi. Dan saya sarankan untuk ikut memberikan komentar karena postingan kali ini berhadiah buku “Forex Online Trading” (masih gres dan masih disegel karena bulan lalu saya gak sengaja beli padahal udah punya, hehehe). Kontes ditutup pada hari Sabtu pukul 23:59 esok dan pemenang dipilih secara acak. Jangan lupa, seperti biasa, hanya komentar yg berkualitas yg akan diikutkan dalam undian.
Selamat berdiskusi :)





Aku juga merasakan kekuatan anchor link untuk mendongkrak posisi SERP di Google utamanya. Hal ini terlihat dengan eksperimen kecilku untuk My Daily Thoughts dengan kata t1ps.
Walaupun di Blog sama sekali tidak tercantum kata t1ps, tapi aku sering menggunakan nick name t1ps untuk memberikan komentar (termasuk di sini :roll: ). Nah hasilnya blogku masuk di halaman pertama SERP Google di bawah t1ps.com (yang sayangnya bukan domain punyaku :( padahal pingin… hiks :( )
Tapi memang semua backlink tidak akan membantu jika cache halaman kita di mesin pencari dalam kondisi error atau hilang. Aku sempat ngalami ketika ada Google Dance kemarin… he he sempat panik juga :)
Satu lagi… selamat untuk Om Cosa… atas pencapaian posisinya di Google untuk kata “belajar adsense”. Moga-moga ini bisa jadi posisi yang strategis untuk membantu meluruskan pandangan para publisher adsense dari indonesia yang “bermimpi” kaya mendadak lewat adsense.
nanti bikin link bait lagi, tp untuk keyword “click club adsense” aja, pasti lucu kalo blog ini bisa masuk di nomer 1, hehehe.
PS: untuk “klik klub adsense” udah nomer 3 ;)
nah kan.. seperti yang udah sering aku bahas sewaktu mereview blog/situsnya temen-temen di adsense-id. bahwa kalo mau beli hosting sebaiknya pikirkan dulu tentang target segment pengunjungya.
Kalau memang target pengunjungnya orang Indonesia ya sebaiknya pilih server di Indonesia, dan sebaliknya kalau targetnya pengunjung dari luar negeri ya sebaiknya pilih server di US.
Tapi sebenarnya ini bisa dijadikan trick, buat temen-temen yang mengincar pengunjung-pengunjung dari negara tertentu, India misalnya, maka bisa dicoba pesen server di India, maka akan jauh kemungkinan lebih besar situs anda “menguasai” india daripada diletakkan di server US.
kenapa demikian? karena Sistem Google Search sewaktu kita mengetikkan URL http://www.google.com di Browser kita, maka dia akan otomatis membaca setting language di browser/ komputer kita. kalau komputer kita languagenya india, maka kemungkinan besar dari google.com kita akan diredirect ke situs google india.
untuk contoh, demikian juga yang terjadi di Indonesia. coba anda ketikkan http://www.google.com di browser anda, apakah anda otomatis di redirect ke http://www.google.co.id ?
mudah-mudahan komentar ini berguna, bukan malah membuat pusing temen-temen sekalian :)
salam.
*nice post om cosa, mulai semakin mirip sama si dot com mogul dan dedengkot monay maker yang nih isi blognya :)
Saya setuju tentang masalah lokasi server ini. Dan sebaiknya memang sejak awal di tentukan berdasar target yang akan dibidik. Tapi kalo pindah-pindah kaya’ Om Cosa kemarin, tentu perlu waktu lagi untuk membangun indexnya lagi. Kecuali kalo’ bandwidth IIX ke luar negri sama cepatnya dengan bandwidth di US … kapan ya bisa seperti itu :roll:
ternyata sudah pernah di bahas di sini ya :) memang aku sendiri pernah merasakan. waktu itu beli hosting di indonesia padahal target visitor untuk US, hasilnya nol besar walau sudah aku optimasi selama satu bulan. akhirnya aku nyerah dan domain itu sekarang aku parkir saja. kemudian hosting yang nganggur itu aku gunakan untuk domain baru yg target indo, hasilnya sukses berat :) hanya dlm dua minggu sudah bisa nangkring di 10 besar, sekarang…..minimal 3 besar :)
Sik mas, backlink bait ki opo meneh ? Mohon unjuk….
gampang2annya yah, linkbait = langkah2 untuk membuat orang lain nge-link situs kita. Jadi mereka ngelink tanpa paksaan dan hasilnya adalah one-way backlink.
contoh gampang, liat situsnya priyadi tuh (priyadi.net). Puluhan bahkan ratusan blogger ngelink ke dia dng sukarela.
bbrp tehnik linkbait:
- menulis content berkualitas (contoh: priyadi)
- membuat kontes (contoh: john chow)
- membuat masalah di dunia internet, misal dng menyebarkan gosip2 panas dan ngawur, hehehe
- dll
Kalo udah PRnya tinggi gitu, gak sering update ga pa-pa yah udah aman.
Masa sich Mas T1ps ???
iya. Tapi minimal 2 minggu sekali deh diupdate. Dalam jangka waktu itu masih dianggap “sering” updet kok ama google.
oya. duh kelupaan, saking terlalu serius ngetik ,jadi lupa salah satu inti yang mau diomongin.
Barangkali ada temen-temen yang masih awam tentang Cara Kerja Search Engine.
Search Engine, Google deh contohnya, dia akan berusaha menampilkan hasil pencarian yang sebisa mungkin paling relevan dan paling dekat lokasinya dengan posisi si pencari (kita).
jadi misalnya kita sedang mencari situs tentang adsense, maka bukan hal yang aneh jika suatu saat cosaaranda dot com ini akan lebih atas posisinya daripada google adsense dot com slash adsense :)
sebagai bukti, silahkan coba ketikkan “forum adsense” di http://www.google.com dan di http://www.google.co.id
maka seharusnya hasilnya akan berbeda. itulah sebabnya pemilihan letak server akan sangat berpengaruh besar nantinya dalam membangun sebuah situs.
jadi.. selamat belajar. :)
Apakah “content is king” masih berlaku? Tentu saja, lihat saja di search engine result page yang mana saja dari 3 big dogs SE. Hampir selalu nggak ada MFA site ataupun copy-paste site di halaman pertama SERP kan? Malahan Google dan Yahoo terkadang menghilangkan data situs seperti ini di datacenternya.
Lihat apa kata Matt Cutts, karyawan senior di Google:
http://video.google.com/videoplay?docid=3583760678227172395&q=matt+cutts
Blog ini bisa mendapatkan peringkat tinggi karena di kontennya ada keyword “adsense” dan yang berhubungan dengannya dengan jumlah optimal. Begitu juga dengan artikel “pisang goreng anget”.
Tapi memang benar, Google dan Yahoo lebih menitik beratkan pada Off Page Optimization daripada On Page. Terbukti taktik tag n ping (Sean Wu) punya banyak penggemar, karena terbukti berhasil.
MSN? Dengan market share hanya sekitar 11 persen aja, maka optimasi di MSN menurut saya ngikut aja dengan optimasi di Google dan Yahoo :-D Nggak perlu dioptimasi secara khusus untuk MSN. Yang penting On Page Optimization jangan dilupakan juga. Menurut searchguild.com:
Google - 60.2%
Yahoo - 22.5%
MSN Search - 11.8%
lainnya - 5.5%
CMIIW yah… :mrgreen:
untuk content secara general, mungkin memang pembaginannya setubuh aja ya. dengan porsi google ‘cuma’ 60.2%.
tapi untuk pencarian-pencarian yang lebih spesifik, seperti misalnya ‘adsense’, dan topik-topik yang berbau technology dsg, aku rasa google mendapat porsi hampir 90% :)
penjelasan paling mudah mungkin seperti ini:
untuk orang-orang yang sudah cukup ‘melek’ internet, maka aku yakin orang pasti akan langsung google-> control+enter berdasarkan ‘alam bawah sadarnya’ (hehe.. terlalu hiperbola ya :D) daripada mengetikkan yahoo.
jadi aku berpendapat(inget ya, ini pendapatku pribadi, tentu saja temen-temen ngga harus sependapat sama aku :) ) bahwa orang-orang yang menggunakan yahoo dan msn adalah orang-orang yang ‘tersesat’ dan masih belum kenal sama yang namanya Google. mungkin mereka berpikir, Google? makanan apa sih tuh? apakah sebangsa pisang gor.. ah sudahlah :)
Nah, temen-temen sendiri pasti lebih sering make Search Engine Google kan? daripada Portal Yahoo untuk melakukan pencarian? bahkan mungkin hampir gak pernah menggunakan portal yahoo untuk melakukan pencarian, kecuali untuk analisa-analisa seo untuk mengumpulkan data-data dan membandingkan hasil SERP masing-masing SE. (seperti contohnya om cosa dalam mengunpulkan data untuk ditulis dalam postingan ini)
Sekarang, untuk pencarian-pencarian yang lebih spesifik, seperti spesifik untuk keyword “Belajar Adsense” misalnya, bearti aku berasumsi bahwa orang yang mencari dengan keyword “Belajar Adsense” ini adalah orang-orang yang kemungkinan besar sudah mengenal GOogle. jadi kemungkinan besar pula mereka akan menggunakan Google. nah dengan argumen yang begitu bertele-tele panjang lebar dan tinggi ini, bukankah wajar kalo aku ngeyel Google memperoleh porsi yang jauh lebih besar dari itu? 62% ? :)
sebagai bukti yang lebih akurat, coba cek masing-masing site trackernya. entah itu sitemeter atau extremetracker atau apapun, pasti ada informasi tentang referer dari Search Engine. dan aku berani taruhan, pasti GOogle membawa sekitar 80% keatas buat situs kalian :)
ini sekedar contoh untuk blog ini:
Google SE 82%
Yahoo 7,8%
Google Images 7.8%
Technorati 1.8%
MSN 0.93%
sisanya… :)
salam,
ajemanis
60.2% ke 62%? he he he.. :-D good point, ngecee… puas..! puas..! :-D Memang benar, untuk sitemeter dan trackmeter situs ini diatas 82% terutama karena pencari akan mengetikkan “adsense” atau “blog” atau “wordpress” di search engine, yang notabene merupakan keyword yang sangat google sekali. Terang aja angkanya diatas 80%.
Tapi coba pikirkan tentang pengguna yang kurang biasa menggunakan internet, mereka akan pergi ke yahoo, mungkin karena:
1. Nggak paham ada search engine seampuh google
2. Mereka terbiasa login ke email @yahoo.com, jadi sekalian aja search disana. Gmail? Makanan apa tuh? >> bekas ce gw aja nggak pernah pakai google kok :-D
kok pakai bawa bekas cewek segala sih :) sudah putus ya mas :) tapi memang bener kok, orang-orang yang awam dunia internet masih sering menggunakan yahoo. udah di bilangin bahwa google lebih baik tetep aja ngeyel pakai yahoo, ya silahkan sih kalau pengin nyahooook..
kyknya aku kurang spesifik nulisnya di bagian “content is the king”.
Yg aku maksud di sini adalah keberadaan kata kunci yg dibidik di dalam content halaman. Meskipun tidak mengandung kata “belajar” atau “adsense”, bbrp halaman bisa memiliki poin SERP yg bagus. Berarti, IMHO, keberadaan kata kunci di dalam content tidak lah mutlak, asalkan kita bisa menggantikannya dng OffPage SEO misalnya.
Karena tidak lagi mutlak, oleh karena itu aku anggap dia bukan lagi menjadi raja :)
CMIIW
Oh, gitu toh maksudnya mas Cosa.. Sori, berarti akunya yang salah nangkap. Kalau yang dimaksud seperti itu, memang terkadang benar.
Beberapa waktu lalu ada kasus “miserable failure” yang mengarah ke situsnya bush. Google katanya udah memperbaiki algorithm-nya sehingga hal seperti ini nggak akan terjadi lagi.
http://blogs.webpronews.com/2007/01/26/will-googlebomb-algo-affect-seo-contests/
Tapi sepertinya ada celah ya.. atau mungkin karena walaupun blognya mas Cosa nggak ada keyword “adsense” atau “belajar”, tetapi ada keyword yang berhubungan? Seperti contohnya diambil dari tulisan blockquote dan peraturan no.5 yang memang ada content “belajar adsense”
Atau tulisan yang ditempat “artikel yang direkomendasikan..” juga ada keyword “adsense”.
CMMIW :-D
Banyak orang-orang mengatakan content is the queen, web application is the king sekarang.
Menurut saya tergantung content seperti apa yang akan disajikan dan untuk target pengunjung seperti apa.
btw, bener enggak sih klo web kita contentnya english, harus !DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN” trus klo contentnnya bahasa indonesia, yang “EN” kita ganti “ID” ??? soalnya dulu pernah baca klo “EN” maka statusnya akan lebih baik di google.com, tapi klo “ID” akan lebih baik di google.co.id … apa iya?
cosa emang ngga ada mati nye….
:)
Chicken Soup for The SEOers…
hayo sapa yang mau sup ayam…
btw, hosting luar yg bgs selaen DH, servage, jaguar, apa lagi ya??
yg murah dan space ga perlu terlalu gede, coz website br..
Kalau menurut webhostingtalk.com sih banyak pujian ke hostgator. Kebetulan aku pernah disana, dan memang servicenya bagus. Uptime ok. Servis lewat email dibalas dalam beberapa menit. Ada live chat segala..
Cuma memang agak mahal. $9.95 per bulan. Ada juga yang cuma 6.95 per bulan sih. tapi cuma bisa 1 domain.
Sekarang udah nggak disana lagi. Pengiritan :mrgreen:
hostgator kalo situs kita overload / banyak makan resource, dia akan freeze account kita dan GAK AKAN DILEPAS sampai kita upgred ke paket yg lebih mahal.
aku dan yg pk nick sok imut “cuple” di sini udah pernah jadi korban :)
Hostgator juga tidak allow overselling, pas dulu mau beli takutnya ntar cost untuk upgrade tidak sejalan dengan income yang diinginkan.
wow.. aku nggak tau tuh ternyata akibatnya bisa separah itu jadinya kalau kita melebihi resource.
Thanks infonya, untung aja aku udah nggak disana lagi.. :-D
Setelah diingat-ingat. Ternyata aku dulu juga pernah melebihi resource di hostgator.
Dulu pernah memakai rss2blog script yang sangat boros resource. Akhirnya di berhentiin sama hostgator. Tapi nggak disuruh upgrade tuh. Hanya scriptnya aja yang difreeze.
Tentang Rss2Blog: jangan pakai script ini. Selain black hat, juga udah nggak menghasilkan $$$$ lagi seperti dulu. (pernah jadi black-hatters) :-D
loh.. loh.. lohh… ini koq malah jadi OOT gini :D
kalau aku sih nyaranin pake
HostMonster.COM
selain space besar (300giga= 10xkomputerku ) juga domainnya ngak terbatas mau punya 500 domain sih ngak apa2 dan harganya cukup murah $5 perbulan tampa ada embel2 untuk upgrade , dibanding hosting lokal dengan harga segitu cuma dapat 1-5 domain dan 100mb-1giga , untuk masalah servis bagus malah aku dapat free $50 untuk ads di google dan yahoo ($50google & $50yahoo)
Menurut saya, ada hal lain yang juga ikut mempengaruhi ‘kepopuleran’ site kita dimata Search Engine (SE).
Penggunaan Engine web kita
Mungkin ini memang tidak terlalu kuat dibanding hal2 yang telah disebutkan diatas.
Web2 pungguna CMS Mambo misalnya (seperti halnya website pribadi saya), harus kalah dalam hal ini (CMS Mambo yang saya nilai kurang dalam penerpan SEF).
Berkaca dari CMS Wordpress, Mambo memang kalah pamor dibandingkan engine yang satu ini (dalam hal SERP), karena belum adanya komponen SEF yang benar2 relevan.
Mambo sekarang udah tidak direkomendasikan lagi, banyak orang berpindah ke joomla, dan jika kamu coba pelajari lebih dalam, maka banyak komponen2 SEO yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan kinerja, usability, accessibility situs kamu.
sebenarnya bukan masalah Enginenya..
tapi karena beda engine, memang struktur html kan beda :)
seperti mambo/joomla kalo dibandingkan dengan wordpress ya jauh dong :)
sepertin misalnya mamboo/joomla yang masih memakai table dengan wordpress yang tidak.
google sekarang semakin pintar, semakin baik struktur html kita, maka besar kemungkinan google akan semakin cinta dengan situs kita.
nah begitu juga dengan struktur url, semakin SE friendly url kita, ya semakin bagus. lagi-lagi wordpress & mambo/joomla beda jauh dong. kecuali kalo mambo/joomlanya udah di suntik sama SEF dsb itu :)
jadi sekali lagi bukan karena pake mambo terus kalah, tapi penerapannya harus pintar2 jugalah :)
konsultasi sama mas joomlo tuh masalah mambo/joomla :)
bisa jadi juga tuh kata bos suwahadi, soalnye dr sepengetahuan saya memang ada engine/CMS yg secara khusus memperhatikan masalah SEO… Contohnya ada CMS yg memiliki fitur spesifik meta tag,dan juga beberapa ada yg menggunakan robots.txt untuk meningkatkan posisi situs tsb di search engine, tapi ada juga CMS yg tidak memperhatikan soal ini, jadi kita harus kerja keras sendiri deh!
Jadi kita harus selalu melakukan trial dan error kalau untuk CMS. Seperti contohnya blog Om Cosa yang satu ini, semua yang berbau SEO selalu berhubungan dengan tweaking website (optimasi dan konfigurasi).
Terkadang saya lihat banyak orang putus asa untuk mempelajari lebih detail cara-cara merenovasi CMS, mungkin juga ada baiknya jika kita mau menginvestasikan waktu kita untuk belajar dari mencoba. (learning by doing)
hmmm.. btw itu gambarnya mie bakso ya?..bukan chicken soup?..
chicken soup dong, cmn karena tadi postingnya buru2, kelupaan nyimpen url sumbernya. Buat yg punya gambar, maap ya :D
Wah, ketinggalan banyak diskusi yang sangat menarik nih. Sampe pusing bacanya :D
Akhirnya analisanya dikeluarkan juga sama mas cosa.
Eniwey, Memang sangat menarik sekali mempelajari apa yang sedang om G kembangkan. Apalagi awal2 januari kemarin, banyak situs yang halamannya hilang akibat perubahan terapan logika yang digunakan oleh SE Bot.
Untuk jargon content is the king? semua review yang mengarah keblog ini saya yakin adalah original. Tetapi kenapa mas cosa No.1 untuk keyword “belajar adsense? semua link dengan keyword tsb mengarah ke blog ini sehingga lebih diprioritaskan oleh google dengan alasan banyak situs yang merekomendasikan blog ini. Sehingga benar apa yang dikatakan mas cosa, Content is not Already The King
Tapi perlu diperhatikan juga, untuk sekedar mengingatkan, google juga memperhitungkan PR (Page Rank), mungkin jika rekans memperhatikan, (bukan unjuk gigi :D ) posisi utk no.2 di google adalah blog saya yang punya PR cukup lumayan dan sama sekali tidak ada link “belajar adsense” yang mengarah ke blog saya tersebut.
Saya sepakat dengan Mas Suwahadi dan jrs, mengenai Blog Engine. Saya juga sedang memperhatikan gejala ini, karena saya merasa optimasi melalui blogspot lebih mudah dibanding dengan lainnya (tanpa mengesampingkan WP). Karena dari struktur Bspot pada settingan default memberikan konfigurasi yang sudah SE friendly. Diantaranya settingan permalink, ping dan sitemap.
Selain itu juga logika Depth First Search sepertinya juga diterapkan dalam proses pencarian, khususnya google. (untuk masalah ini saya baru rencana untuk posting besok, nanti akan saya kasih kabar). Logika ini akan melengkapi posting mas Cosa mengenai Outbond Link.
Untuk masalah lokasi hosting, menurut saya memang benar, karena Google menentukan lokasi, dan type pencariannya dari Data Centernya. Sehingga setiap lokasi dan type pencarian akan berbeda hasilnya.
Kalau rekans mau melihat status pencarian situs masing2, silahkan buka Google Webmaster Toolsnya, coba buka pada bagian Statistics –> Query Stats, lalu dibagian paling bawah download data (tulisannya: Download all query stats for this site (including subfolders)). Setelah download, disitu juga dapat dilihat keterangan Top search queries dan Top search query, sehingga kita dapat lebih fokus untuk mengejar keyword.
Untuk sementara, itu dulu komentar saya.
Buset.. koment saya panjang juga yah. Ud jadi satu halaman blog tuh :D
Great Discuss Friends!
baru sadar ya mas aris, hehehe
yg jelas komentarnya kali ini joss2 semua :D aku tunggu ampe besok aja deh baru nimbrung, siapa tau ada komen2 hebat lainnya :)
Kemaren salah tempat komen..
:) saya ulang lagi aja.
Abang cosa.
Ini yang saya sebenernya bikin bertanya-tanya.
Hosting-hosting dan hosting.
Apakah memang seharusnya dan bener (menurut pendapat rekan2 juga) kalau posisi listing dipengeruhi tempat hosting.
Dalam listing google sekarang memang berpengeruh sekali. Halaman situs saya bahkan tidak tampil. Juga saya coba ke situs rekan-rekan adsense-id yang hosting di luar seperti yang saya tulis dalam blog saya.
Kalo saya masuk ke preferences google, tak satupun setting yang menyatakan mencari dalam negara apa? * Ga tau kalo ada setting lain.
Cuma yang tertera hanyalah bahasa. Bahasa apa yang dipake. Apakah bahasa tergantung dengan lokasi, saya kira juga tidak. Seperti bahasa inggris digunakan di banyak negara. Saandainya kasus ini tetap terjadi. Misal ada orang indonesia, yang tinggal di amerika, terlalu repot harus hosting di indonesia untuk membuat situs mereka terlisting dengan baik. Padahal audience mereka mungkin banyak yang mengunakan google.co.id.
Konsep geolocation yang diterapkan google, dulu saya kira melihat ip dari negara apa dan kemudian menampilkan hasil lebih baik dengan membandingkan bahasa dari penduduk di wilyah itu. bukan berdasar tempat hostingya…
Yang terakhir saya coba dari kasus ini adalah blognya om priyadi (priyadi.net).
Contoh coba gunakan keyword “anne ahira” pada google.co.id… trus ganti pilihan bahasanya. blog om priyadi ga akan bisa bersaing karena beliau server datanya di “Texas - Dallas - Theplanet.com” dengan IP US.
Makin ribet aja ama om google.
Gimana ya. tanggapan donk.. please. :)
Berarti apakah hosting mempengaruhi? kalau saya lihat sih kecepatan loading dari sebuah server lebih mempengaruhi.
Untuk pertama kalinya saya tidak sepakat dengan Mas Cosa tentang “Watch where you stand”. Bukan berniat aneh-aneh, tapi memang dari yang saya baca hampir ulasan Mas Cosa ini tidak ada yang menyinggungnya. (atau mungkin saya yang kelewatan?)
Apakah itu? Itu adalah Geo Tag. memang agak rumit untuk pemula, seperti saya juga, Geo Tag dapat menjembatani adanya perbedaan lokasi hosting dengan visitor yang dituju. Dan Google amat sangat support dengan ini. Jadi, nggak perlu pusing-pusing mikirin lokasi hosting bila hanya pengen bagus di SERP lokasi tertentu. Dulu saya pernah membuktikannya..
Terkecuali bila alasannya bukan SEO, melainkan kemudahan akses visitor atau lainnya? lain lagi dan saya kira bukan termasuk ulasan topik ini.
makasih buat tanggapannya mas ahmad
aku hanya mengulas dari sisi hosting karena bahan analisanya (blog ini) tidak menggunakan geotagging. Seperti yg ditulis di awal dan di akhir artikel, kesimpulan ini murni berdasarkan analisa / studi kasus blog ini saja dan tidak menutup kemungkinan jika yg disimpulkan itu salah / kurang tepat.
itu juga knp aku pk subjudul “watch where you stand”. Karena yg diamati adalah tempat blog ini “berpijak” ato mangkal, hehehe, yaitu server hosting yg digunakan.
dng analisa awalku dan diskusi yg berkembang, terutama masukan dari mas ahmad, bukankah justru bisa disimpulkan bahwa geotag perlu disertakan jika target market kita berada di lokasi yg berbeda dng lokasi server hosting kita. Karena tanpa adanya geotag, google hanya akan menganggap target market kita sama dng lokasi server hosting kita.
mohon dikoreksi kalo aku ada yg salah :)
Saya sendiri ga begitu fokus kepada geotag karena menurut saya yang akan saya lirik nantinya adalah SEO dan Return in Visitor.
SEO tetap sangat diperlukan , kenapa kita tidak coba berpikir dari sudut pandang yang berbeda?
Masalah lokasi kalau menurut aku hanya menentukan darimana pengunjung akan dilirik dan akan diarahkan agar nantinya selalu kembali bertahan mengunjungi situs kita.
Dan tidak menutup kemungkinan faktor2 utamanya adalah:
- Demografi situs Anda
- Usability, accesibility, Fungsinality
- Quality Content
- Language for location Support and Feedback
Dan mohon ralat jika ada kesalahan soalnya sudut pandang dan konsep boleh berbeda tapi intinya kan SEO, trafik dan content.
Geo Tag.
Memang bukan barang baru.
Mungkin cuma balum kebiasaan (maklum anak baru di). Dari sekian web yang pernah dibuat, tidak satupun berisi geotag..
Mungkin juga karena kejar target. :)
Pertanyaan yang dalam hati saya..
Berapa orang yang mengerti geotagging.?
Berapa orang yang mengerti dan menggunakannya.?
Mas Cosa aja,yang tau belum make, ya mas? :)
Seperti yang dikatakan mas ahmad, memang rumit untuk pemula.. Jadinya apakah listing search engine lebih menekankan ke tag2 yang “bukan untuk pemula” itu.
Saya harap ke depan tidak. SERP sekarang “google” sudah sangat kotor,(IMHO) dan untuk mengatasi trik-trik seo, google menerapkan sistem yang sangat tidak ramah untuk para Pemula.
Selamat datang aja buat para pemula seperti saya? :)
Akhir kata. Hari libur ini, semua akan saya pasangin geotag. Hikz.
SERP Google kotor?
Sejak saya pertama kali mempelajari “makanan” apa sih SEO itu? saya selalu menghubungkan cara memarketing sebuah website terhadap SE sama denga n memarket produk secara real, dimana SE sebagai target saya.
Untuk mencapainya, saya selalu merasa sebagai target pasar saya, terutama Google. Dengan demikian saya akan mengetahui apa yang diinginkan Google pada web saya. Dan dari semua penjelasan teori SEO secara logika pemasaran dapat diterima.
Dan “teknik ngawur” saya ini sebagian besar berhasil, saya yang waktu itu nggak ngerti apa itu SEO hanya mencoba melayani apa yang dibutuhkan sebuah SE dari Web. Dan termasuk didalamnya geotag. Geo tag bukan teknik kotor atau apa. Tapi ini adalah cara mempermudah google mengetahui apa dan bagaimana situs kita.
Berarti in deep research kepada situs kita.
Dari segi logika dapat diterima, tapi
Apakah semua orang mengerti akan cara memasak makanan “SEO” tersebut?
Terkadang saya lihat yang diperdebatkan adalah kebanyakan cara memasak yang benar, bukan Cara Menyajikan Masakan Anda kepada orang yang akan memakan masakannya.
@handry
Saya setuju banget ama pendapat mas Handry.
Saya baru-baru ini dapat subcriber akhirnya add YM saya.
Pertanyaanya sederhana sekali.. Pertanyaanya semua tentang META TAG. Saya tidak mau menjatuhkan semangatnya dengan mengemukakan itu “tidak terlalu” penting lagi.
@Geo tag bukan teknik kotor atau apa.
Maksud saya mas achmad, Bukan geotagnya yang teknik kotor.. Cuma terasa untuk hal umum “masalah bahasa” dan “lokasi” saja google tidak ada toleransi..
Dan kita monggo2 saja. “Bisa apa?”.
Kenapa saya bilang kotor, ada sebuah komentar dan link menarik yang belum saya jawab di blog saya.
http://www.rhprorent.com/pd_google_seo_dan_rental_komputer.htm
Penilaian orang beda2 khan.. :)
ups. sebelum ada yang salah pengertian.
Link tersebut bukan situs saya lho..
menurut saya “content still the king” and “backlink is the queen”. saya pernah meng-SEO kan client saya dgn keywords yg kompetitornya lumayan banyak sktr 3juta lebih di google.
sebelumnya dia dijanjikan akan top 10 position di google sktr 3 bulan oleh orang lain tp akhirnya tidak bisa dan mereka blg krn web tersebut mempunyai duplicate content. kemudian saya akhirnya menerima tawaran tsb dan ternyata dia mempunyai 1 web lagi dan web inilah yg saya pilih karena sudah terlisting di DMOZ.
karena web tsb hanya bisa maksimum 15 pages akhirnya saya buatkan link exchange pages yang tentunya harus 1 tema dgn webnya. setelah saya bantu link exchange akhirnya sewaktu google PR update semua link exchange page mendapat PR4 dan dari sinilah awal kita “naik banding” jika ingin barter link dgn web lain. Link web kita harus minimal PR3 ato jika tidak harus menempatkan link kita di homepage mereka dan kita taruh link mereka di page PR4 (adil kan).
ini kita kerjakan sampai 1 tahun dan posisi skrg masih tetap stabil di google dan yahoo (posisi 5 besar).
oiya, pertengahan tahun sebelum mencapai top 5 position saya membuat web tandingan krn curious. saya bikin artikel dan submit ke bbrp artikel directory tentunya dgn backlink ke situs saya, link exchange jg tapi agak males, sktr 6 bulan sudah top 10 di yahoo tp sebulan kemudian drop lagi. 8 bulan kemudian ada di top 10 google selama 2 bulan stlh itu drop lagi dan skrg (bulan ke 16) ada di posisi 20 (dgn keyword yg sama dgn web yg pertama)
kesimpulan saya:
- terlisting di DMOZ sangat diperlukan tp sulit
- link exchange dgn web yg 1 tema dgn web kita
- pilih2 kualitas web yg akan kita ajak link
- submit ke article directory ada efeknya tp agar posisi stabil lebih baik menggunakan link exchange.