Jadi Pembicara Seminar. Haruskah?
Kali ini bukan giliran saya untuk bercerita, melainkan untuk minta pendapat. Berkaitan dengan masalah seminar yg sempat saya singgung beberapa waktu lalu. Pertanyaan saya sederhana saja, “Haruskah saya menerima tawaran untuk menjadi pembicara seminar/workshop yg bersifat komersil?“. Kata “komersil” di sini dalam arti acaranya berbayar dan biayanya bukan sekedar pengganti ongkos pengisi perut saja. Secara pribadi, saya memang tidak berminat dengan acara2 seperti itu. Namun masukan dari teman2 terdekat saya menyarankan sebaliknya. Oleh karena itu, sekarang saya ingin meminta pendapat dari teman2 yg lain. Toh jika memang prinsip yg dipegang tidak membawa kebaikan, tidak ada salahnya jika kita lepaskan.
Sorry, there are no polls available at the moment.
Saya tunggu masukannya :)







kalau memang dari menjadi pembicara seminar dapat memotivasi dan membantu orang itu merupakan hal yang baik. dengan catatan bung Cosa harus tetap pada prisip diatas dan bukannya malah fokus cari uang dengan ngadain seminar.sukses terus buat bung cosa.
nb.kalau diundang boleh dibayar, tapi kalau mengadakan seminar beda dong (tiket yang murah) :)
ya, tinggal niat situ aja mau gimana mas, walaupun situ ikut jadi pembicara di seminar berbayar tapi klo niat emang mau kasih ilmu, ya ikut aja nda papa (imho)… situ kan niat ngasih ilmu, ngga mandang yang ikut itu siapa, mau yang hartawan ataupun miskinwan..
dan sebagai solusi buat yang ngga bisa ikutan/bayar seminar itu, hasilnya kan bisa dipost disini..
jadi baik yang ikut seminar maupun yang tidak, bisa dapat hasil yang sama..
kecuali, situ ngga sreg ama penyelenggara seminarnya hehehe…
miskinwan :) ,aku kali ya
Ya kalau dari saya pribadi ya mas. Kalo hati ragu, mending tidak usah saja. Saya lebih suka style mas Cosa yang sekarang, orangnya sederhana dan selalu berbagi ilmu dengan kami semua (tanpa pamrih), dan lebih enak jika tetap seperti ini.
Kalau memang tetap maju, tolong mas Cosa liat dulu bener2, apakah acaranya “murni” komersil atau masih ada motivasi lain dalam memajukan dunia internet di Indonesia. Kalau mang murni komersil, sama saja mas Cosa jadi “sapi perah” buat penyelenggaranya.
Sori kalo banyak ngelanturnya…
Sepakat Mas, jangan sampai mas cosa cuma jadi “umpan” untuk menarik para peserta.
yup agree with mr ustadz & aris, better check the background of the event, if this only money oriented better denied the offer, but if u sure that this event not only for money oriented u can accept this offer
just do the best sir :)
setuju ama bang ustadz….check and re-check
Maju terus bang Cosa ;)
Kayaknya hypocrite deh om..
Disatu sisi sampean mengusung blog sampean yg menjunjung tinggi the power of knowledge sharing.. Eee, disatu sisi yg lain mintain duit buat datang ke seminar yg tujuannya cuman “memotivasi peserta2 yg hadir”..
just my Rp. 2,00
Aku vote tidak.
Karena kalo sudah dijadikan seminar hanya akan menguntungkan kelompok kecil saja (Cosa,Event Organizer, Peserta seminar yg berduit).
Aku sih menyarankan kalo mau komersil bikin e-book(dijual online) atau buku (dijual offline) dan kalo bisa harganya terjangkau.
When you jump into commercialized seminar business, then you limits your target audiences only to people who able to purchase those seminar fee. I think it would be better if you selling a book than giving a premium seminar.
A books could last for years but seminar will be forgotten within a week or so.
Saya vote setuju, kenapa? Saya yakin untuk mas Cosa “nilai komersil” nya tidak seberapa dibandingkan nilai klik 1 hari.
Tapi tidak ada salahnya untuk menerima tawaran untuk jadi pembicara, peserta seminarpun pasti punya niat untuk mendapat pelajaran berharga dari uang yang mereka bayarkan dan mas cosa punya ilmu untuk diberikan. Dari seminar itupun mas cosa bisa mengundang para peserta seminar untuk datang ke blog ini untuk mendapatkan hal yang lebih.
“Nilai komersil” itu merupakan hal yang patut Mas Cosa dapatkan setelah memberikan ilmunya. Tapi semuanya balik lagi pada keputusan Mas Cosa.
Asal blog ini nantinya jangan “berbayar” aja :D
Tapi ngomong2, topik seminarnya apa yah, kapan dan dimana (di jakartakah) ? ???
klo saran saya sih sebagaimana yg udah di singgung sama temen2 diatas, sebetulnya tergantung niat dan prioritas om Cosa, simply klo om Cosa yg mengadakan sendiri sebaiknya low charge eben free, tp klo jd pembicara yg diundang, kan biasanya ada standarisasi, ngikut aja, asal bukan sebagai pembicara utama.
klo buat orang Indonesia yg notabene suka sm hal2 yg opensource dan bajakan alias gratisan, mending jangan dulu deh, ada saatnya nanti, believe me ur different and extraordinary, orang pengen tau ttg om Cosa karena “beda”, ilmu dan solusinya lengkap dan yg paling penting “open source”, it’s the image and trademark, lagipula apalagi sih yg mau dicari dari om Cosa dari segi materi, saya pribadi bangga dgn kiprah om Cosa lewat website ini, jadilah guru bangsa bidang internet business, devoted to u.
P.S: hati2 sama EO nya klo mo memanfaatkan, klo bule yg minta, charge as high as u might think possible. LOL JK
Saya tidak memilih. Btw, pilihannya kurang tuh mas Cosa.. Mestinya ada pilihan “Terserah Cosa aja deh..”
Kenapa? Karena mestinya hal ini diserahkan saja sama mas Cosa. Kita-kita ini sebenarnya udah diuntungkan banyak dengan blog ini.
Masalah mas Cosa mau diundang jadi pembicara atau mengadakan sendiri, mau berbayar atau tidak, mau di Surabaya atau Jakarta adalah semuanya hak mas Cosa sendiri.
I choose Yes
Very rare seminar speaker came with successful background, plus making e-book like yaro starak with his blog mastermind program then we have local person with international skill to proud of.
As long Mr Cosa can rules the seminar, where it’s held, timing etc then no problem.
Might be other positive result will follow because Mr Cosa seminar, such :
1. Faster internet spreading (old mind thinking like ‘internet only make my son watch porn movie’ will get the rivals).
2. Faster English learning, like a few older post by Mr Cosa talking about improving English skill because adsense or internet business need English skill.
3. Adding another perspective to Indonesia people, than spending night with playing card, talking nonsense in the street why not using the time to learn something new and share it to other people with blog. Think creative to find other way in internet.
Saya mendukung mas, karena dengan itu ilmu mas bisa lebih diserap ke banyak orang, karena tidak semua orang punya akses internet untuk membaca ilmu-ilmu hebat di situs mas ini.
btw. pas saya pilih saya orang ke 22, hasilnya
Ya (50%)
Tidak (50%)
hehe jadi seri, kebetulan yang aneh
Maaf nih agak ego dikit. he he he.
Saya takutnya kalau nanti diterima akan keterusan he he he.
nah kalau udah gitu waktu untuk update blog termasuk blog ini jadi tersita.
dan akhirnya jarang diupdate deh karena om cosa nya capek, gimana he he he. akhirnya kita2 kurang aliran $$ eh ilmu.
setuju………..
EO nya gw aja ye :D
Saya rasa terima aja mas, mas cosa bisa jadi pembicara dalam seminar komersial atau pun mas cosa bisa jadi pembicara dalam seminar/workshop ga komersial, jadi mas bisa masuk dua2 nya. Saya rasa ga jadi masalah ko kalo emang seminar komersial, emang kenapa gitu kalo komersial?
Dulu pas msh mahasiswa saya pernah mengadakan seminar nasional di JHCC, pada waktu itu yg di undang adalah Onno W Purbo. Setelah selesai seminar pak ono langsung pergi begitu aja lalu kami langsung mengejar beliau dan mengucapkan terima kasih sekaligus memberi amplop (uang lelah+capek) sembari berkata ke beliau
“Pak maaf ya ngasih nya cuman segini” sambil nyodorin amplop berisi uang.
Lalu yg lucu dan sederhananya pak ono bilang:
“Kenapa cuman segini?” kata pak ono sambil tersenyum
Yang saya ambil hikmah tsb saya salut dgn beliau karena orang sekelas pak ono masih mau menyempatkan ngasih seminar dan dibayar dgn bayaran seadanya. Dalam artian dia tidak terlalu memusingkan dgn bayaran seminar nya tetapi mungkin penyebaran ilmunya yg lebih ditekankan.
ini hanya opini saya aja :)
yang penting kalau seminar itu mas cosa rasa bisa memberikan hasil yang baik untuk pendengarnya, yah lanjutkan!
prinsip memang penting, tapi kalau prinsip yang dipegang bukan yang terbaik bagaimana? harus bisa menyesuaikan diri maksudnya!
Tapi inget yah mas cosa, nanti kalo udah terkenal jadi pembicara seminar, jangan lupa tetap nulis blog disini yah!
Smangat!
bagaimana baiknya aja deh menurut mas cosa, cuma ingat yah, nanti kalo udah sukses jadi pembicara seminar, jangan lupa untuk terus nulis blog ini ok?
Sukses selalu untuk Cosa Aranda dan kita semua!
Smangat!!!
Saya bukan setuju karena pertanyaan nya : “Haruskah saya menerima tawaran sebagai pembicara seminar?”
Kalau merasa mampu “kenapa tidak ?”
Sebenernya jawaban simpel aja kok mas. Seusia Mas Cosa (maaf) masih sangat “idealis” tapi nek udah se usia saya dan udah punya keluarga, akan berubah pikiran! Bukan berarti meninggalkan idealis kita :)
Saya pribadi, hal utama adalah “keluarga” siapa yg akan beri makan pada keluarga kita kalau kurang makan ? tetangga ? teman ? NO WAY ! Kita yg tanggung kok. (termasuk hutang)
Wajar kalau Mas Cosa menerima tawaran yg bersifat “komersil” itu sudah “hak yg harus Mas Cosa terima” Ilmu yg Mas Cosa dapat saat ini saya yakin butuh modal yg besar :) Materi, waktu, pengorbanan dll. Selayaknya lah kalau Mas Cosa Memetik buahnya ! JADI SAH Mas HUKUMNYA KALAU TERIMA. Buat tabungan masa depan…. belum tentu kita masih bisa cari rejeki di hari kemudian.
Saya mendukung 100% ! tetapi “OJO DUMEH”
Dumeh ngene terus ngono :) dumeh ngono terus ngono kae…
he..he… mbulet rak an !
Btw. Sukses selalu!
makane mas, rambut sampeyan iku dipotong. sing nggarai mbulet yo iku… (maaf, sektoral)
anyway, I agree with Mr. Rony’s opinion. If Cosa once said that it’s all about morality burden I believe that this was not all about that. Cosa have something that worth enough to share, and as an appreciation we would love to be charged… wink …wink!
capish?
wehhh iso bahasa planet jebule arek iki….
aku gak mudeng …
nuwun sewu nggih mas aree, panjenengan meniko rak tiyang jawi kok saged ngendiko landi landi an nggih… nek angsal tangklet, nuwun sewu lho mas, panjenengan merguru ting pundi nggih padepokan pundi ?.. nuwun sewu lho mas, mbok kulo nderek.. kature kulo mboten ndesani sanget…
nuwun sewu lho mas…
Menurut saya nih ya mas, gak papa kok,kan sama-sama bagi2 ilmu. Tapi kalo mas Cosa bagi 2 ilmu gratis nilai pahala mas Cosa berlipat lipat kayak pendapat pak ustadz tadi tanpa pamrih. Dan intikm urusan komersil ini gak papa deh asal jangan komersil lainnya kayak ( cowok komersil, suami komersil)
Pilihannya kurang satu - Terserah Cosa -
–budiw
ps:saya pilih tidak.
btw when the deadline sir ? and are you already make an decision ?
berbayar gak masalah donk mas..kan jadi sama-sama enaknya, nggak pake sungkan..materinya tentu jadi lebih berbobot bila pembicarabya dapat “suntikan” motivasi…tetap semangat mas … saya tunggu workshop anda selanjutnya..
seminar doesn’t touch all element Mr. Cosa, I think your workshop is all what people need, just Rp 10.000 and we get a new sight. Not like seminar which is just talking sh*t
Terserah Mas Cosa pokoknya bisa diadakan di Bandung….
Sory nggak nyambung.. tapi saya ngebet pengen ikut seminar atawa workshop adsense by Mr. Cosa untuk meningkatkan ilmu….
Habis itu bikin album dangdut, Cos!
akhirnya saya pilih tidak :) takutnya kalau mas cosa jadi pembicara nanti malah tambah sibuk dan tidak sempat mengurusi blog ini, apalagi menularkan ilmunya secara gratis lagi. egois banget ya, biarin :)
Carilah fatwa dalam HATI-mu.
Saia mendukung TIDAK! :)
the result for the vote is balance, this maybe can made mr cosa more confuse :D so mr cosa already make decision for the “seminar” :)
gpp om ngdain sminar, namanya bagi2 ilmu khan g ada batasannya.
klo emang g mau nrima honornya, ya ntar langsung d transfer ke rekening lembaga sosial aja
Mas Cosa, diambil aja tawaran itu. Emang sih pertama keliatan matre. Tapi kalo boleh niru mbak jennie (jennieforindonesia.com) beliau pertama ngasi’ kita e-book gratis.trus sekarang ada penerbit yg mau cetak bukunya. trus mbak jennie setuju and hasilnya (royalti penjualan buku, red) digunakan untuk kegiatan sosial yang lain. So, intinya bisa lebih banyak orang.
Ya, sama ke comment2 rekan2 yang lain. Semua tergantung sama niat Mas Cosa.
Thx dah diberi ruang untuk comment.
Sukses terus !!!
wah usul yang bagus juga mas. semuanya memang tergantung dari niat, jadi tidak menjadi pembicara seminar juga gak apa-apa dong kalau niatnya lebih mulia, pengin bagi-bagi ilmu di blog saja :)
Yahh, kalo dalem hati emang nggak, ya enggak lah, tepi tergantung niatnya juga. kalo enggaknya hanya gara gara nggak suka seminar, takut publisitas (eeh ada juga lhoo), dll, ya itu weak reason. kurang reasonable. jadi dipikirkan baliklah, kalo nggak alasannya apa, kalo ya alasannya apa, terus dilihat yang paling banyak positifnya.
jadi jawabannya apa? hehe, terserah mas cosa :) .. bingung yah…
e…..e…..’mei be yes’ e…’mei be no’ i agree with mr.ustadz, this about principle of life (may be) he…he…
if you (mr.cosa) think your acitivity original knowledge share not for commercial or this commercial program, back to you mr. so….make decision mr. he…he
but sometime i want invite mr. cosa in my city (jogjakarta), we can give advice for new comer in marketing online program.
Terima saja mas Cosa. Asal jangan jadikan sebagai mata pencaharian utama. Bagus kan buat meningkatkan ego hehehe…
Gimana kalo pak guru cosa berkolaborasi sama bu guru ahira, pasti keren deh! ;-)
Bagaimana kalau offeringnya untuk jadi dosen tamu di program studiku? Mau ya.
Mas, ini seminar Adsense di Bali yang tanggal 25 Agustus besok itu yah?
Kalo bener, saya dukung keputusan mas cosa utk tidak jadi pembicara disana. Semua materinya sudah ada disini :)
Plejaran sejarah SMP: Kenapa orang kayak Gandhi, Mandela, dll bisa dikenang sepanjang masa, kalo boleh sediit subjektif karena mereka tidak memenitngkan materi seagai yang utama karena bagi mereka kebahagiaan orang banyaklah yg mereka cari. Jadi kalo utk share dng sesama yg kekurangan(ilmu) kita harus berbayar kayaknya kharisma mas Cosa bakalan turun deh :( (yg selama ini dikenal sbg dermawan ilmu). Lagi pula menurut pengalamn sy, yg namanya seminar itu wadah pengumpul uang, jadi inti sebenarnya bukan utk bagaimana agar ilmu kita bisa bermanfaat bagi orang lain tapi yg penting bagaimana mengumpulkan uang dari peserta. :(
kan aku dah mutusin untuk gak jadi pembicara seminar “itu” mas paijo :)
sebagai gantinya ada mas isnaini ama pogung :)
Ho’oh mas,, kayaknya acaranya kurang peminat deh. masak acara adsense aja sampae di …. segala. kayak KTT asean aja :)
Boleh Boleh aja.
Tapi kalau untuk Member, sebaiknya jangan mahal mahal,
kalau bisa gratis gitu loh.