Kapan Anda Ingin Kaya?
Saya mendapat banyak masukan positif pasca membaca buku “Seven Years to Seven Figures” karangan Michael Masterson. Buku ini, yang juga sudah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Gramedia, berisi perjalanan pengarang dan 8 orang lainnya yang berhasil menjadi kaya dalam jangka waktu tujuh tahun atau kurang. Seperti halnya wawancara dengan publisher-publisher AdSense yang sudah sukses, tidak sedikit yang dapat dipelajari dari kisah-kisah para jutawan tersebut.
Deskripsi kaya sendiri bervariasi. Yang mengaitkan dengan masalah hati juga ada. Namun jika tetap berpijak pada unsur materi, saya lebih suka menggambarkan kaya sebagai:
Kondisi dimana segala kebutuhan kita terpenuhi, baik yang bersifat sekunder maupun darurat / mendadak.
Penekanan pada deskripsi ini adalah pada “kebutuhan“, bukan “keinginan“. Sehingga, yang sifatnya sekunder pun tetap dapat dipilah dengan bijaksana karena dipenuhi dengan dasar kebutuhan.
Sebagai contoh, membeli laptop bagi sebagian orang mungkin termasuk pemborosan. Namun bagi mereka yang harus sering bekerja secara mobile, barang tersebut merupakan suatu kebutuhan. Lain halnya dengan membeli laptop yang berisikan hardware kelas atas dan memiliki casing bertatah berlian (jika memang ada), padahal yang dibutuhkan hanyalah sebuah perangkat mobile PC untuk akses internet dan mengerjakan dokumen kantor.
Karena bersifat dinamis, bagi saya tidak ada batasan minimum untuk menjadi kaya. Berbeda dengan Masterson yang mematok angka $9,000,000 sebagai batas terendah untuk disebut OK (Orang Kaya). Jika dikurskan ke rupiah? Mencapai 81 milyar!
Cara menjadi kaya yang diajarkan oleh Masterson sebenarnya sederhana.
- Fokus pada satu tujuan dan memprioritaskan tindakan pada tujuan tersebut.
- Menyisihkan penghasilan untuk berinvestasi pada bidang properti.
- Terus berusaha untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian agar dapat meningkatkan penghasilan.
Pelaksanaannya jelas tidak sesederhana menulis kalimat-kalimat di atas. Meskipun belum termasuk dalam golongan orang kaya, namun saya cukup setuju dengan ketiga poin yang dibeberkan oleh Masterson. Khususnya pada poin pertama, karena saya sendiri sering mengalami kegagalan karena kurang mampu berfokus pada satu tujuan.
Seperti kata pepatah:
Tidak sedikit orang yang gagal berbisnis karena tidak memiliki tujuan. Tapi lebih banyak lagi orang yang tidak sukses karena terlalu banyak memiliki tujuan atau cita-cita.
Kapan saya ingin kaya? Tentu bukan mei jawabnya (meibe yes, meibe no, hehehe). Untuk pede dengan angka tujuh tahun pun sepertinya terlalu sok. Jadi saya coba membuat target yang (semoga) se-realistis mungkin, saya harus kaya sebelum umur 35 tahun. Maaf, selebihnya saya biarkan Anda menebak berapa sisa waktu yang saya miliki untuk mencapai umur tersebut :)
Bagaimana dengan Anda? Kapan rencana Anda untuk menjadi orang kaya? Apa cara yang akan Anda tempuh untuk menuju kondisi kaya tersebut?
Silahkan berkomentar karena kali ini ada hadiah buku “The Secret” karangan Rhonda Byrne bagi komentator terbaik. Kontes akan ditutup pada hari Kamis tanggal 2 Agustus 2007, 4 hari dari sekarang.
Selamat berdiskusi :)
PPS: CAN membuka lowongan gelombang kedua untuk posisi content writer (fulltime). Baca detilnya di sini.


secepatnya aja kali ya, mungkin sama dengan mas cosa, sebelum 35… ;)
kok ini bisa jadi yang pertama? perasaan tadi malem mas rony :) trus aku jadi yang ke 4. padahal tadi pagi ke 2.
aohhhh yessss baby, semoga sukses selalu
komentar pertama dapat hadiah apa bos ?
Kapan saya ingin kaya ? Sejak kecil saya ingin kaya !!
Tapi setelah usia saya ( usia yg di patok bos Cosa) saya merasa belum kaya dari segi materi :)
Dan saya saat ini merasa tidak butuh kaya Materi!
Saya hanya butuh ketenangan hati, merasa tidak terbebani saja kalau saya tidak memikirkan ‘kapan saya kaya’ (ksk)
Saya lebih merasa ‘nyaman’ bila saya tidak kekurangan dalam keseharian saya. Bersandar Doa dan Usaha saya akan lebih merasa kaya, walau bukan materi.
Marilah berdoa bersama, untuk men-doa-kan saya, “semoga saya tidak kaya hutang ” :) :)
ini baru cocok seperti kata bung ronys,tapi kayaknya segalanya butuh uang .salam kenal bung ronys.
oke deh bosss, setubuhh
Kapan kaya sptnya sama dgn mas cosa sblm umur 35,tp krn saya orgnya males tentunya hrs ada strategi yg matang&tujuan yg udah ada targetnya.misal umur 30 dah pny rmh,31 pny mobil.lbh spesifik target yg mo dicapai mk akan lbh fokus,lbh baik lg jk kita pny buku impian yg selalu bs kita liat tiap hr yg berisi gambar visual.targetpun ga hny utk kita tp bs jg utk keluarga.misal 5th lg pasangan ga perlu krj kantor lg&kita atur strategi bersama2.tentunya lbh menyenangkan.
Merasa kaya rasanya semua orang bisa, tetapi merasa cukup agak sulit. Dengan memiliki uang seribu rupiah, kalau kita merasa cukup, dunia seakan tidak ada artinya. Jadi saya setuju sekali, jika dinilai dengan kebutuhan, bukan keinginan. Karena kalo mengikuti keinginan, rasanya manusia tidak ada habis2nya dengan keinginan. Jika diklasifikasikan dengan 3 rencana, yaitu pendek, menengah dan panjang, ini termasuk dari rencana jangka panjang. panjang disini artinya, sudah mencapai titik dimana kita sudah mendapatkan yang kita inginkan. Ada artikel yang bagus untuk dibaca, judulnya “mendaki gunung gagasan”. http://www.e-psikologi.com/wirausaha/260803.htm
:)
barusan tengok kamar
lihat istri gua yg sedang mengandung, tertidur pulas,
lihat anak gua juga tertidur pulas
selama bersama mereka, rasanya gua kaya…
supaya tetep “kaya” tersebut
kerja terus lah, gak perduli web lagi sepi atau rameh
earning kecil atau gede… keep survive….
walau cuma modal kopi, popmie, Djarum 16
berjuang dan berjuang… Merdeka !
saya ikut terharu mas ujang. untung saya gak suka kopi, popmie dan rokok, jadi semoga modal saya nanti lebih banyak, hehehehehe
saya tambahi mas, saya langsung download jessica alba-nya. lha kalau yang begini saya suka, wakakakakaka
wah jangan-jangan ini nanti yang menyebabkan saya boros ya :)
ini yang canggih, ujang the ultimate father and lover ! Salut bro !
ujang…ujang … Boleh You bilang gitu, tapi kalo liat anak sakit dan istri tidak berdaya dan tidak bisa ke dokter karena biaya kurang atau lihat anak cuma pake sepatu murah dan ke sekolah murahan sedangkan anak kaya pake sepatu bagus dan sekolah paling bagus atau atau waktu loe liat bini loe ngelirik cowo lain yang naek turun jaguar sedangkan loe cuma naek motor atau mobil accord kreditan, loe baru akan sadar bahwa menjadi kaya dalam arti memiliki uang dan harta yang berlimpah itu merupakan keharusan, itu masalah harga diri bung…, BERUSAHALAH JADI KAYA ATAU MATI SEKALIAN , MAU NGERAMPOK KE, MAU JUAL NARKOTIKA KE ATAU BUNUH ORANG KE, YANG PENTING JADI KAYA….. A D I O S……
Setuju Bang Tony Montana
KAdang banyak yang tidak mau berusaha dan pasrah pada keadaan
dan selalu mencari pembenaran.menurut saya mereka hanyalah orang2 malas yang tidak mau mencari tahu bagaimana cara menjadi kaya.
sehingga membuat diri semakin akrab pada kemiskinan.
MASIH BANYAK CARA UNTUK MENJADI KAYA YANG HALAL kalau memang otak kita mau dipakai buat berpikir,dan tidak selalu pasrah dan menyalahkan keadaan.
SALAM KENAL….
ZEUZ (SEE N USE)
PS: komentar yg diikutkan kontes hanyalah yg menjawab berkenaan dng kaya “materi”, sesuai dng artikelnya. Tidak ada yg salah dng kaya “hati” (dan seharusnya memang spt itu), namun untuk kali ini, berpikirlah egois dan materialistis :)
Dulu, saya melihat kondisi “kaya” hanya sebagai kondisi materi, yang dengan materi itu saya bisa memenuhi kebutuhan pokok, baik lahir mau pun batin. Tetapi ternyata itu tidak cukup.
Meski pun saya atau Anda sudah bekerja dengan penghasilan tinggi sebagai karyawan, tapi tetap saja ada bagian hati kecil saya yang “menjerit” untuk sesuatu “yang lain”.
Perlu waktu cukup lama buat saya untuk menyadari bahwa pada dasarnya ada 2 hal yang sangat saya ingin lakukan yang tidak saya dapat selama ini:
1. Kontribusi signifikan buat sebanyak mungkin orang.
2. Kebebasan dari pengendalian (atau penindasan?) orang lain yang bertindak sebagai boss.
Sekarang ini, saya mendefinisikan “kaya” sebagai “kebebasan finansial”, yaitu kondisi tidak lagi kuatir pada masalah finansial, karena saya punya penghasilan pasif yang melebihi pengeluaran. Maka, yang saat ini sedang saya lakukan adalah membangun atau memiliki sistem atau asset untuk memberikan penghasilan pasif, dan pada saat yang sama menyeimbangkan pengeluaran supaya selalu di bawah penghasilan pasif itu.
“Kebebasan finansial” tidak harus mengacu pada besaran nilai uang atau asset tertentu. Saya bisa saja hidup bebas finansial seandainya saya punya kebutuhan hidup sekitar Rp 1 juta, sementara penghasilan pasif dari penyewaan 4 kamar kos adalah Rp 1,2 juta. Sebaliknya juga, kalau saya hanya punya penghasilan (aktif) dari pekerjaan Rp 10 juta per bulan, jelas saya belum bebas finansial, apalagi bila kebutuhannya mendekati atau melebihi angka itu.
Sekali lagi, saya berjuang menjadi “kaya” juga karena motivasi non-material, yaitu aktualisasi diri dan kebebasan.
Saya tidak tahu pendapat Anda, tapi buat saya, menjadi “kaya” justru adalah sebuah perjuangan “spiritual”.
Kapan saya ingin “bebas finansial”?
Saya punya target tahun depan (2008).
Saat ini saya sedang mengembangkan asset saya berupa software yang bisa di-download secara gratis oleh banyak orang (http://indotranslator.com).
Mengembangkan software ini memenuhi kebutuhan aktualisasi potensi diri saya, melayani banyak orang, sekaligus bisa menjadi cara untuk bebas finansial nantinya.
Saya yakin, pada saatnya nanti, setelah saya merancang website yang lebih “menjual”, dengan perbaikan produk yang signifikan, dan mengkampanyekannya kepada banyak orang, target saya nanti akan tercapai.
cocok tenan……….apa kata bung cosa
81 miliar sebelum umur 35 ya.. hmm.. pasti ada lah caranya^^ sayangnya saya nggak tau. blm tau.
“Kaya” mungkin bagi saya kata ini masih dalam angan-angan, bergelut dengan adsense juga blom ada hasil, Kaya.. serasa mimpi belaka yang takkan ku tau kapan tiba. :(
Kalau penghasilan anda Rp.100jt/bulan, biasanya pengeluaran anda sekitar 100jt juta,karean anda punya 10 mobil,5 PRT, 30 karyawan, untuk bayar utang ke bank, 3 rumah, bayar pajak lebih besar, bayar sekolah anak di luar negri……
wahhh aku tak “sugih tanpo bondho” wae juragan :) he he he
” Kapan Kita Kaya?” satu pertanyaan yang mungkin untuk sebagian orang dapat menjadi suntikan pemacu semangat sedangakan untuk sebagaian lagi malah bisa menjadi suatu bentuk ke-pesimis-an. Apa yang membedakannya ?
KE-INGINAN(apa anda benar2 ingin KAYA)-MIMPI BESAR(seper ti apa bentuk kekayaan dalam pikiran ANDA)-USAHA (tinda kan2 apa saja yg Anda lalukan untuk memperoleh mimpi besar Anda)-HARAPAN (apakah anda tidak mudah putus asa- positif thinking) - DOA (keikhlasan dalam menerima cobaan ).
Lalu termasuk golongan manakah Anda ? Tidakah Menjadi Kaya memang patut untuk diperjuangkan ?
morie
Reading this article that mention 35 years as parameter make me feel too old, because I am over 35. Sometime (read:always) I feel too late to start all of these online opportunities, but I must realized that it was a given way by God to me. I wish that I still can make my dream come true (some day)
Do you think I am too late ?
Too late? Not at all.
Jangan meragukan diri-sendiri seperti itu Mas Cethul. Saya sendiri sudah 38 tahun lebih, masih bergulat dengan pekerjaan sehari-hari yang selalu membuat saya berpikir “I wish I could do something meaningfully better than this …”.
Justru karena pergulatan sehari-hari itulah yang membuat saya berketetapan hati untuk merintis perjuangan di jalan lain (selain karir di perusahaan orang), yang pada saatnya nanti bisa membawa diri saya pada sasaran pribadi dan keluarga.
So, jangan ragu-ragu, mulailah perjelas visi Anda, dan mulailah bertindak sekarang! Tidak ada kata terlambat.
“Whatever you can do, or dream you can do, begin it. Boldness has genius, power and magic in it. Begin it now!”. (Goethe)
Salam,
Ferli
http://indotranslator.com
kaya itu bersifat relatif
kaya hati menurut saya jauh lebih penting daripada kaya harta
tetapi untuk menjadi kaya kita harus:
1.mencari partner yang satu tujuan dengan kita,toh kita tidak bisa bekerja sendiri,kita harus memiliki teman seperjuangan yang bisa membantu kita,jarang sekali ada orang yang sukses sendiri,selalu ada orang lain dibalik orang sukses itu untuk membantu perjalnan kesuksesannya.
2.Belajar dari orang yang sukses ,jangan belajar dari orang yang gagal
3.pengorbanan
pengorbanan tidak selalu berupa harta,tetapi waktu,pikiran,kenyamanan hidup untuk mengejar impian kita
misal: kita harus mengorbankan waktu berkumpul dengan keluarga untuk bekerja lebih giat,kita harus mengorbankan waktu santai kita untuk berpikir lebih keras.
NO PAIN = NO GAIN
untuk mendapatkan hasil yang lebih,maka anda harus berusaha lebih,jangan mimpi jadi orang kaya kalau nggak mau usaha
4.Doa
jangan meremehkan kekuatan Doa,doa bisa merubah apa saja jika kita meyakininya,Dengan berdoa kita akan menjadi manusia yang tidak lupa daratan dan gila harta,tetapi kita berusaha tanpa melupakan kodratnya sebagai manusia,point ini menurut saya sangat penting namun sering dilupakan.
semoga bermanfaat
*) hadiah bukunya saya tunggu
he..he..:)
neh joko yg dulu ketemuan di semarang yah….?
tulisannya mantabs banget..
padahal waktu ketemu banyakan diem di pojokan…. he he he
btw, setuju man!
Bagi saya untuk menjadi kaya, saya secara pribadi juga harus mempersiapkan diri saya dari segi sikap dan mental untuk menjadi orang yang kaya. Bagi saya usaha untuk menjadi kaya harus saya upayakan untuk kalau bisa berjalan sejalan antara kematangan mental dan usaha (pekerjaan) untuk menjadi kaya sehingga saya tidak menjadi orang yang lupa diri dan sombong nantinya. Untuk saat ini saya merasa bahwa saya masih harus banyak belajar untuk memupuk sikap untuk menjadi orang kaya sehingga saya akan menjadi orang kaya baik kaya secara kepribadian maupun materi dan saya banyak belajar dari Mas Cosa tentang hal ini. Saat ini saya masih terus berusaha untuk keduanya …
‘menjadi kaya itu tidak mudah, tetapi lebih susah berhenti untuk ingin menjadi kaya dan merasa cukup’….setelah aq renungkan iya jg ya…aq skrng uda ngrasa nyaman n cukup tp kdang2 jg sring mikir pengen cpet lebih kaya dr skrng…(lg2 kembali ke soal niat dan sifat alami manusia)…but that’s a good information…i’ll buy the book..
kalo aku tergetkan 5 tahun kedepan harus sudah kaya
kalo aku sih punya patokan. Sebenarnya setiap orang itu ingin kaya? tapi patokanku “UMUR DUA PULUH TAHUN”, karena umur-umur sekarang ini aku sedang mencari jati diri ketengangan batin. Bagi para orang kaya yang rajin komentar di cosaaranda.com, aku ini sedang mempelajari sifat-sifat kalian (dalam garis tebal “BAPAK-BAPAK BISNIS INTERNET“), sifat seorang pebisnis yang ulet pantang menyerah. :D
sori mas OOT.. wah boleh donk mas cara masang amazon itu di share disini..
sori OOT
Mas endjas, khan ada di blog tetangga sebelah.
kalau menurut saya…
1. Tiada keajaiban, yang ada hanyalah ketekunan.
2. Kegagalan itu tidak ada. materi, tenaga, pikiran yang hilang dalam berusaha itu adalah harga yang harus dibayar dalam mencapai tujuan.
narsis banget ya ?? :D
Kalau ditanya “Kapan anda ingin kaya?”, jawabannya Besok. Tapi kaya yang seperti apa, deskripsinya jelas harus lebih baik dibanding hari ini. Tommorow have to be better than nowadays.
Tapi jika berpatokan pada Masterson, US$9 Million, untuk besok tidak mungkin. Memang harus kita usahakan dengan segala cara (yang halal tentunya) dan stay in focus tentunya.
Saya tidak suka dengan menggunakan kata “kaya” tapi lebih suka dengan kata “sukses”, mengutip pernyataan ibu Jennie S. Bev di bukunya Mindset Sukses: Jalur Cepat Menuju Kebebasan Finansial, Kaya merupakan efek samping dari kesuksesan.
Jadi kalau sudah sukses, kaya itu akan datang dengan sendirinya.
Umur 35 yang dipatok oleh Mas Cosa adalah umur yang sangat ideal, karena menurut banyak orang kesuksesan seseorang adalah pada umur 40, jadi jika pada umur 35 kesuksesan itu belum datang, kita masih punya 5 tahun lagi untuk mengejarnya.
Saya jadi ingat salah satu teman kuliah saya dulu, seorang “anak desa” yang bercita cita menaklukan Jakarta dalam kurun waktu 7 tahun, dan ternyata dia sekarang sudah dapat mewujudkan hal itu. Ternyata waktu tujuh tahun adalah waktu yang ideal untuk mengejar kesuksesan itu dan saya sudah menyaksikannya sendiri.
banyak orang beranggapan, “kaya” adalah sebuah kondisi tujuan dimana kita bisa menarik nafas “fiiiiuuuuuhhhh” yang panjang (tanda merasa lega dan sepertinya sudah bisa duduk tenang gak banyak pikiran.
Padahal kondisi itu tidak akan pernah tercapai kalau kita selalu mengasosiasikannya dengan sesuatu. Tarikan nafas “fiiiiiiiiuuuuuuuuhhh” itu harus dimulai dari sekarang.
Alias menjadi “kaya” itu bukan nasib, tapi sebuah pilihan hidup!
kapan ingin kaya? aq pribadi pinginnya secepatnya sebelum umur 35 spt yg mas cosa sebutin, karena menurut aq, makin muda ato makin cepat kita dpt kaya maka makin cepat pula kita dpt “berbuat banyak”, baik untuk pribadi, keluarga ataupun masyarakat. Ingat sdr, jaman skrg pingin berbuat baik aja juga butuh ongkos. Dan satu lagi yg penting yaitu asal usul dan pengelolaannya juga harus bener!
Moga kita semua dpt jadi orang kaya secepatnya, amien…
Wah luar biasa aas cosa ini,
masih muda dan sudah menjalani hidup dengan target yang jelas, kawan-kawan kita harus memberikan applaud buat mas cosa.
saya setuju bahwa orang sukses bukan hanya kaya harta, namun saya setuju juga untuk kali ini yang kita bahas kaya dari sudut pandang materi/harta/uang atau dollar biar keren dikit.
saya pernah dengar ceramah bisnis mengenai definisi kaya, menurut majalah forbes orang kaya itu yang berpenghasilan 1 juta dolar setahun DAN memiliki networth (aset dikurangi liability) masih sisa sebesar 10 juta dolar, aset itu contohnya uang, rumah yang sudah lunas, dll. sedangkan liability itu adalah utang-utang atau beban cicilan rumah mobil, dll.
sedangkan menurut robert kiyosaki, orang kaya adalah orang yang memiliki passive income (bukan income, tapi passive income) 1 juta dolar setahun, artinya biarpun kita tidak kerja sampe begadang-begadang ngeblog, nyari keywords, nyari marchant yang high conversion, dll. kita masih dapat penghasilan 1 juta dolar setahun atau anggep aja 100rb dolar sebulan hanya dengan berleha2. dan income ini menurut si kiyosaki di generate dari aset sebesar 5juta dolar (artinya 20% roi, 20%x5jt = 1juta kan).
nah kalo saya lebih cendrung ngikutin definisi kayanya si kiyosaki ini, karena ya gimana dengan berleha-leha dapet 100rb dolar sebulan, dan dengan passive income, saya bisa berjalan-jalan ke hawai mau berapa hari juga income ngalir terus, enak kan.
nah sekarang gimana biar dapet aset 5juta dolar? 2 tahun kedapan? 3 tahun kedapan? range waktu 5-10 tahun dari sekarang menurut saya itu sangat mungkin (reseonable kata mas cosa) dengan jalan menekuni adsense dan affiliate. namun untuk mencapai itu tidak mudah, karena kata si kiyosaki juga kita tidak pernah diajari jadi kaya, artinya kita harus hati-hati dalam mengelola penghasilan, jangan sampai terjebak high income high outcome. prinsipsnya sih income jadiin aset, aset generete income, jadi aset lagi, terus sampe akhirnya passive income 1 juta dolar setahun… :)
I like the way you thing brotha ! two thumbs up !
saya kayanya kapan :(. kepikiran kaya aja jarang. Tapi paling enak memang jadi anak orang kaya. Belum mikir kayanya kapan, sudah kaya duluan.contohnya: anaknya mayang sari, cucunya mayang sari. Dst
nb: mas cosa tdi tak pm di forum lho. No.HP mas Endy yg kemarin mas kasih ga bisa dihubungi. Please Help me
Sy lom pernah baca buku seven years..itu mas cos, tapi sy udah tahu kalo dari properti kita bisa kaya, jadi sekarang lagi ngumpulin modal dulu, sy pernah tanya ama tante2 yg tinggal di m.kertoarjo sby thn 80 dia beli rumah harganya cuman 8 juta rupiah, tahu sekarang laku harganya berapa? 5 milyar bok…
berusaha (harus) kaya sebelum umur 37.
kaya secara materi sederhananya adalah punya rumah yg lapang dan berkamar banyak dan tetap nyaman, punya kendaraan yang nyaman dikendarai dan tercukupinya kebutuhan2 (primer dan sekunder) keluarga dan orang2 sekitar rumah (minimal kebutuhan primer), minimal keluarga sekitar rumah yang jalanan depan rumahnya sering dilewati oleh kendaraan yang saya punya.
strategi yang diajarkan mas materson rasanya cukup, tinggal bagaimana saya mensinkronisasikannya dengan mimpi2 yang saya punya dan menurunkannya menjadi aksi. nah, yang lebih penting adalah saya harus punya kemampuan untuk tetap persisten dengan hal2 tersebut :)
Saya ingin benar2 kaya 8 tahun lagi…
Apakah terlalu lama? Saya pikir ini ideal. Ada pepatah “banyak jalan menuju roma”, begitu juga, banyak jalan menuju kaya. Salah pilih jalan bukan kaya tapi malah penjara yang di dapat. Mencari jalan yang terbaik untuk kaya harus kita lakukan terlebih dahulu, tidak asal ikut-ikutan saja…
Buat saya, mencari jalan kaya adalah dengan mulai meng-inventaris potensi-potensi yang kita miliki. Boleh saja ada yang beranggapan, “tidak ada yang mustahil di dunia ini”. Ya, Anda benar, tapi Anda perlu usaha extra jika hal tersebut tidak mengoptimalkan potensi tersebut, dan seringkali orang menyerah di tengah jalan…
Anda boleh ngiler melihat mas Cosa berpenghasilan $xxxx per bulan, tapi jangan asal ikutan mas Cosa, seperti juga saya. Jalan yang saya tekuni sekarang adalah menjadi seorang “scientist”, karena saya melihat potensi saya di situ. Namun, saya juga punya potensi untuk berbisnis internet seperti mas Cosa. Oleh karena itu, di waktu senggang saya, saya gunakan untuk mempelajari bisnis ini pelan2, tanpa mengganggu pekerjaan rutin saya. Lalu, manakah di antara keduanya yang akan benar2 membuat saya kaya? Kita tunggu saja 8 tahun lagi…
buat mas ujang
saya bukan joko yang di semarang mas
tapi joko di jogja
salam
:)
wahh berarti juga bukan joko yg di surabaya ya mas :)
Saya nggak mau kaya!!! Saya cuman mau jadi orang pas-pasan, pas mau beli jet pribadi pas ada uang.. :)
Salam kenal mas cosa. Kalau saya kurang setuju kalau kaya jadi tujuan/cita2/target. Lebih sreg kalau kaya itu adalah akibat yang tidak terhindarkan dari pencapaian tujuan kita. Coba bedakan mas! pengin jadi presiden kemudian karena jadi presiden mau tidak mau kita lebih kaya dari orang kebanyakan atau pengin kaya kemudian jadi presiden. Walaupun hampir sama,jadi presiden, pilihan tersebut akan mengakibatkan dampak yang berbeda.
Menjadi kaya tentu saya menjadi impian “hampir semua” tidak terkecuali saya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya banyak juga tips menarik yang bisa diterapkan untuk mencapai kebebasan finansial seperti defenisi dari mas Ferli Deni Iskandar diatas.
3 Cara menjadi kaya yang diajarkan oleh Masterson memang sungguh kalau dijalankan dengan sebaik-baiknya mudah-mudahan kita akan menjadi orang kaya, tapi ada baiknya kalau ditambah 1 point lagi yaitu “berdoa”.
Dengan itu diharapkan agar kita menjadi orang kaya yang diberkati dan menjadi orang kaya yang dermawan, yaa seperti mas Cosa yang dengan senang hati membagikan ilmunya kepada kita semua tanpa meminta sedikitpun imbalan.
“Di dunia ini ada dua orang tipe manusia yaitu PEMIMPI dan PENGUSAHA.
Keduanya sama2 mempunyai tujuan untuk menjadi KAYA. Tapi dalam tindakan,
Seorang PEMIMPI hanya berangan2 untuk menjadi KAYA tanpa sebuah tindakan
dan tidak berani mengambil resiko demi mencapai tujuannya (Menjadi KAYA).
Tetapi seorang PENGUSAHA mempunyai misi dan visi yang jelas untuk
bertindak dan berani mengambil resiko demi menjadikan mimpinya (menjadi KAYA) itu
sebuah kenyataan. THanks… Allll…!!!”
Kapan rencana Anda, menjadi OK ? besok.
Bagaimana cara yang Anda tempuh ? be myself, menjadi diri sendiri. Tidak ‘menjiplak’ dari apa yang telah didapatkan orang lain. Namun hanya sebatas ‘melihat’ dari keberhasilan orang lain sebagai sarana motivasi.
Jika orang itu berhasil dengan caranya, maka sayapun pasti bisa menjadi berhasil dengan cara saya sendiri.
Tenggat waktu yang aku tetapkan maksimal 5 tahun dari sekarang. Ini lebih PD lagi kan? :)
Ketika segala kebutuhan dan keinginan bisa, meminjam istilah /rif, tinggal tunjuk sana tunjuk sini. Bagiku, itulah saat yang pantas untuk disebut sebagai orang kaya.
Hanya satu cita-citaku ketika sudah jadi orang kaya, aku pengen bisa dirikan sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi dengan tanpa memungut biaya bagi peserta didiknya dan dilengkapi dengan fasilitas, sarana dan prasarana yang lengkap. Itu bisa terwujud 5 tahun ke depan ?