[Membahas UU ITE] Nama Domain
Beberapa minggu lalu saya sempat mencari informasi tentang patenisasi nama domain. Idealnya tentu sama dengan yang diterapkan oleh Apple misalnya, dimana semua nama produk (yang sudah dipatenkan) milik Apple tidak boleh digunakan sebagai nama domain oleh pihak lain tanpa ijin. Dari informasi yang saya dapatkan dari salah satu lembaga kepengurusan hak paten, hal tersebut memang memungkinkan. Namun yang menarik, ternyata Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eletronik (RUU ITE) yang kemarin disahkan dan langsung membuat beberapa situs bokep gulung tikar juga memuat beberapa aturan mengenai kepemilikan dan legalisasi suatu nama domain. Apa saja poin-poinnya?
Pada bab VI, pasal 23, ayat 2:
Pemilikan dan penggunaan nama domain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib didasarkan pada itikad baik, tidak melanggar prinsip persaingan usaha secara sehat, dan tidak melanggar hak orang lain.
Di sini tercantum bahwa siapa saja boleh memiliki dan menggunakan suatu nama domain, asal tidak digunakan untuk hal-hal yang negatif dan melanggar hak orang lain. Dengan demikian, sebagai contoh, jika ada yang mendaftarkan dan menggunakan domain cosaaranda.us untuk hal-hal yang tidak baik, maka berarti saya boleh mengajukan tuntutan.
Hal ini ditegaskan pada ayat 3 di pasal yang sama:
Setiap orang yang karena penggunaan nama domain secara tanpa hak oleh orang lain, berhak mengajukan gugatan pembatalan nama domain dimaksud.
Yang mungkin agak membingungkan adalah isi dari ayat 5:
Dalam hal terjadi perselisihan pengelolaan nama domain oleh masyarakat, Pemerintah berhak mengambil alih pengelolaan nama domain tersebut.
Untuk bagian ini kabarnya akan diatur lebih lanjut (tercantum pada ayat 7) melalui Peraturan Pemerintah (PP). Sedang untuk sanksinya, sepertinya untuk kasus nama domain tidak ada hukuman tertentu bagi yang melanggar (selain harus menyerahkan kepemilikan nama domain apabila terbukti melanggar). Entah jika nantinya ada perubahan atau ada aturan tambahan dari PP yang bersangkutan.
Hmmm, sepertinya yang kulakan domain nama-nama menteri kabinet dan seleb harus siap-siap “menyerahkan” domain-domain tersebut dengan sukarela (apabila diminta)…
PPS: CAN membuka lowongan gelombang kedua untuk posisi content writer (fulltime). Baca detilnya di sini.

weheehhe wah ya ga bisa gitu dong pemerintah kok enak aja ambil domain orang. Salah sendiri ga mau beli duluan. Pokoknya kalo pemilu besok temen2 semua harus pilih presiden yang memberikan kebebasan berselancar dan berseluncur di internet
betul, itu yg bikin bingung. Apabila ada gugatan masalah nama domain, apakah: (a) harus ditutup; (b) diserahkan ke penggugat; (c) diserahkan ke pemerintah
kalo untuk hukum international, dng contoh kasus Apple tadi, pilihannya adalah yg A (cmn ditutup aja).
bete banget kan kalo ternyata harus diserahkan ke pemerintah, enak aja asal ambil
Nah mas gmn kalo anggota pemerintah seenaknya ngaku-ngaku nama mereka. Tiba2 Cosaaranda diakui miliknya Bayumukti diakui miliknya. Walah la kok enak eram dadi wong pemerintahan. Ini jelas sudah bukan demokrasi lagi. balik ke jaman mbah harto lagi ini. Kebebasan bicara dibatasi. ga asyik asli deh !!!
ga bakal sampai kesitu kayaknya….
Ini Indonesia, apapun bisa terjadi disini. jangankan yg pasti², yang tahayul aja bisa jadi nyata :D . Negoro dagelan
wah, kalo bisa gitu… Nggugat domain punya orang luar bisa gak?
ntar menggugat blognya johnchow.com lewat pak SBY

mas cosa, ada satu ide nih, bagi mereka yg punya anak atau bakal punya anak bilang aja nama anaknya nanti ya,nama domain itu heheh…. mungkin ngak yah..
kayaknya pemerintah jadi semena mena nih…
mending tuh situs bokep diserahin ke pemerintah buat dijadiin BUMN. kan lumayan buat nambah devisa. heheh.

biar para PNS tu naik gajinya, biar ga iri sama om cosa he he
PNS kalau yang guru itu emang perlu mas naik gaji, bila perlu segede-gedenya, karena kita2 bisa disini oleg guru
btw, mas cos ada dapat tawaran iklan kampanye gak di kolom iklan ??
hehe 
Om Cosa, gimana dengan situs qta yang ga sengaja sama dengan situs perusahaan, seperti punya saya di http://samyou.net/ sama dengan http://samyou.com. cuma beda dot net sama dot com aja

tul mas cosa aku juga gal setuju dengan aturan yang diatas, masa seenaknya ambil nama domain orang yang dah susah payah beli n mbangunnya
Om apa sich kuasa pemerintah buat ngurusin .com .org dll.Mungkin khusus .id dech yg bisa ditur pemerintah, jadi males pake .id
Kyknya gak segitunya deh. Klo gak salah udah ada yg namanya PANDI yang ditunjunk pemerintah untuk mengelola domain semacam go.id, web.id, co.id, mil.id, dan ac.id. Kalo untuk domain .com dll klo terjadi dispute biasanya diselesaikan secara arbitrase. Jadi mungkin yg dimaksud untuk diambil pemerintah adalah yang domain .id, bukan .com.
BETUUUULLLL…..PILIH PRESIDEN YANG mEmBeriKan KiTa KeBebasaN
kalau menurut saya sih, dalam merancang UU internet harus ada yang ahli dalam bidang internet dan yang pasti netral. Tapi saya rasa mendukung Pada bab VI, pasal 23, ayat 2 dan 3:, coz supaya tidak ada yang dirugikan nama baik dan lain sebagainya,,, tapi untuk yang ayat 5 apa hubungannya pemerintah mau mengelola domain kan cari kerjaan thu namanya. tapi dari semua ini saya rasa dari pemerintah harus ada pemberitahuan yang lengkap dan jelas sebelum di laksanakan supaya gak salah persepsi di masyarakat. (ini adalah menurut sudut pandang saya semata, mohon maaf bila ada salah)
cari yang netral itu susah mas, apa lagi di jaman kayak gini. Tinggal kasih uang beberap juta, jadi tidak netral juga mudah n banyak
suruh gugat aja ke domain register nya…
toh domain2 kita terdaftar di luar dan ikut regulasi peraturan mereke..
cosaaranda.us dipake orang lain ta?
Plok plok plok, sudah pada bego semua, sok ngerti internet, sok ngerti nama domain, ehhhh sekarang pake sok sok ngatur lagi .. ampun deh pemerintah
hadohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh batal deh bisnis lendir
Waduh..kira2 BB17 kaskus ditutup kagak ya..?
bukannya udah tutup mulai kmrn?
yo opo iku rek,aturan opo maneh iku, kok pemerintah sibuk ngurusi koyo ngono saiki, mbok ngurusi banjir, lho bojonegoro banjir podho butuh bantuan.wes pemilu ngarep aku nyoblos liane wae.
demokrasi sudah mati, secara perlahan kebebasan bersuara dan berkreasi mulai di bungkam.
mumet manehhhhh
Mas, posting donk cara-cara mem-patenkan nama domain sekaligus biaya resmi dan biaya parkir yang harus dikeluarkan biar domain kita semua bisa dipatentkan rame-rame
dng adanya ruu ite ini gak perlu matenkan nama domain lagi kok, otomatis terlindungi asal kita punya bukti hukum valid kalo nama domain yg bersangkutan itu hak milik kita.
misal: nama perusahaan, nama kita (bukti ktp).
gak tau lagi klao namanya kebetulan sama…
Alhamdulillah… kalo ga’ ada lendir anakku bebas nge-net….

alhamdulillah… kalo ga’ ada lendir anakku bebas nge-net ….

brarti nama domain yang bawa2 nama branded tapi ga bermaksud jelek itu boleh dong yah?
karena yang jadi wasitnya adalah pemerintah, sepertinya nasib premium domain ngga akan jauh beda dengan yang terjadi di bidang properti (tanah), ujung-2nya akan terjadi konglomerasi, yang punya duit akan berhak atas domain tersebut..
hayo, siapa yang mau daftar jadi konsultan mafia domain ? huehehehehe…
NGACIIIIIIIIR
@ Taufik
yakin pemerintah bakal bisa ngilangin lendir? hmm don’t think so
lagian kalo punya anak, awasin sendiri donk, masa harus pemerintah yg ngawasin
@kuburan
SETUJU SEKALI
bener tuh,
yang daftarin nama domain pake nama mentri,atau anggota DPR,
mereka bisa minta tuh… :D
keuangan pemerintah indon dah mulai nipis, makanya rakyat diperes, bahkan pemerintah mau menghisap sampai ke lendir2 jg
masalah domain, kalo make domain artis indon tapi tinggalnya di LN gimana ya? apa pemerintah mau ambil alih (bila ada gugatan)?
yup begitulah

Maaf mas Lutfi, tanpa mengurangi rasa hormat, kalau maksud anda kata “indon” adalah negeri saya Indonesia tercinta, dan kalau anda merasa orang Indonesia, tolong jangan sebut Indonesia dengan sebutan indon, karena itu kata2 sebutan yg digunakan oknum orang malaysia untuk merendahkan Indonesia, jangan lupakan sejarah dan perjuangan para pejuang dan founding fathers yg sudah banyak berkorban jiwa dan raga salah satunya demi tegaknya nama Indonesia.
Watch your language, boleh tidak setuju, boleh mengungkapkan pendapat, but behave in a good manner.
@downknee : ooo… ternyata itu alasan kenapa kita gak boleh nyebut bangsa kita
indonkayak gitu. Untungnya aku gak pernah nulis indonYa udah kita liat aja perkembangannya nanti. Let’s see how people react.
Wah bakal banyak pengangguran dunia maya yang bergelut di bisnis lendir
tenang aja, kan ada komisi yudisial, kalo memang UU itu ternyata banyak “salahnya” ya, salah satu komunitas ini ngajuin gugatan saja.
Bisa dibatalkan kok, walau sudah jadi UU.
yang bener mas?…. ada news dimana ?
Napa c kalian mesti buruk sangka ama pemerintah…..Kan negara qt puY hukum n hukum dlm menegakkannY ada prosedury……Jadi mana mungkin kl g ada sesuatu yg melanggr hukum pemerintah asal comot situs kita…Lagian kl cm situs aja yg d comot msk qt sbg warga negara yg bæk g iklas….
“don’t ask what did our country given to us but ask to your self what did you give to our country”
sbg org qt jgn slalu menylahkn pihak læn tp intropeksi diri aja n d ambl hikmahY…..
Cekink jg tw indonesia “mana lg yg msh bisa di rusak” so ayo b’benah…..
Sory kalo kt2 cekink ada yg tdk b’kenang…Peace :)
Buruk sangka? Pengalaman yang membuat kita harus berburuk sangka. Hukum? Oh…Indonesia negara hukum ya, baru inget…Instrokpeksi diri? kok ga para cecunguk itu aja yg instrokpeksi diri .. toh mereka digaji pake duit pajak kita sementara kita harus capek cari uang pake sendiri .. hikmah? hikmah jenis apa neh coy?
aku juga bisa di bilang Pemerintah. karena aku adalah CPNS yang bentar lagi jadi PNS. jadi tidak semua orang pemerintahan itu seperti yang anda sebut. Kalo kita tidak punya regulasi tentang TI, bisa bisa kita tidak akan pernah di percaya kalo berbisnis dengan rekan bisnis kita dari luar indonesia. jadi jangan hanya mencela tapi kita harus cerdas menyikapi adanya reguilasi tersebut. Bisnis lendir itu hanya sebagian kecil dari bisnis online. Tanya saja mereka yang kaya dari bisnis lendir ada berapa ? bandingin ma mereka yang sukses tanpa menyentuh perlendiran. yah… itu pendapatku ajah sih.
Setuju, selama lebih banyak membawa manfaat dibandingkan mudaratnya aku ikut pemerintah.
uh, kalau begini kita harus cepat2 donk. saya yakin blogger yang sudah lama ngeblog dan memilih nama catchy harus segera mengpatenkannya sebelum dicuri orang. mudah2an proses administrasinya gampang~
Saya rasa banyak pasal di peraturan ini absurd alias tidak jelas dan membingungkan. Khususnya mengenai nama domain, yang jadi pertanyaan kenapa pemerintah berhak mengambil alih domain ya ? jangan-jangan pengin jadi tukang parkir :D
Penting mana ya ngurusin UU ini dengan nurunin harga cabai yang 1 KG = 30.000, atau minyak gorang, atau ngatasin kelangkaan minyak dan LPG di surabaya ?? duh nggak tau deh mau ngomong apa lagi…
Kalau masalah lendir, no comment deh….
aturannya kok malah jadi rancu gitu yo!! moga-moga komisi apa itu (yudisial) bisa menyortir
sial cukai rokok naik, internet di batasi, para bloger demo yuk, pokoe aku milih sing bisa membela hak probloger,ada yang amu calon jadi presiden?
Ayukkk demo!!
pemerintahan yang aneh…mungkin uang yg dihasilkan dari korupsi masih kurang jadi ya….apalagi melihat penghasilan para bloger2 yang sukses wah bikin pemerintah ngiler.nanti lama2 yang punya domain bisa kena pajak loh……heheheh ga nyambung ya..
Pemerintah kok arogan
ga boleh masyarakat hidup layak pa? 

pengen jadi Pemerintah
maksudnya domain id saja thok atau semua (.com .net). namaku udah ada yg punya (fikin.com) nuntut kemana
Moga2 cuma yang dot id aja deh… Supaya domainku yang ini aman dari rampasan
baguslah kalau udah diatur
