Mengenal Smart Pricing - Si Penurun Earning

Begini. Misalnya di dekat rumah Anda ada rumah makan masakan Padang yang baru dibuka. Mumpung letaknya tidak jauh, gak ada salahnya dong mampir. Nah, sesampai di sana, target operasi Anda adalah gulai kikil dan ayam pop. Secara dua itu adalah makanan Padang favorit Anda. Eladalah, setelah dicoba, kok ternyata rasanya amburadul. Yang gulai kikil terasa bagaikan buntut sapi, yang ayam pop terasa bagaikan air rebusan daun singkong yang dicampur cuka (silahkan dibayangin sendiri deh rasanya, saya cuman ngarang kok). Kesal, bete, akhirnya Anda pun pulang (setelah membayar tentunya) tanpa mencoba mencicipi makanan yang lain. Padahal siapa tahu, sebenarnya restoran tersebut sudah terkenal hingga ke manca negara untuk masakan rendang dan sop buntut-nya.
Jadi lapar? Sama. Tapi mari coba tahan sejenak hingga artikel ini selesai, hehehe.
Gambaran di atas hampir sama dengan apa yang disebut dengan efek Smart Pricing dalam Google AdSense. Gampang-gampangannya, efek Smart Pricing ini akan menurunkan seluruh nilai CPC Anda di semua situs apabila ada SATU saja situs yang memberikan perfomance tidak menyenangkan (bagi pemasang iklan). Sama halnya dengan kasus gulai kikil dan ayam pop di atas, yang secara tidak langsung, memberikan nilai negatif bagi makanan-makanan yang lain, termasuk yang sudah terbukti enak sekali pun.
Seperti sudah disebutkan di artikel sebelumnya, penyebab utama dari Smart Pricing adalah rendahnya nilai konversi iklan dari situs yang bersangkutan. Silahkan baca artikel “Haruskah Semua Situs di-AdSensenisasi?” untuk detilnya.
Selain itu, saya juga mengamati bahwa nilai CTR yang rendah di suatu situs dapat menjadi indikasi bahwa situs tersebut merupakan bibit dari Smart Pricing. Maaf, saya tidak bisa memberikan screenshot sebagai bukti, namun dalam beberapa minggu terakhir ini, jumlah situs saya yang ter-AdSensenisasi sengaja saya kurangi, namun earning AdSense saya justru bertambah (dari sisi CPC).
Situs FreeMangaDownload misalnya. Pada saat diuangkan (monetize bahasa Indonesianya itu kan?) dengan AdSense, per hari ia menghasilkan antara $2 - $5 dari sekitar 2500 pengunjung. CTR berkisar antara 0.5% hingga 1.5%. Melihat pemasukan yang tidak sebanding dengan pengunjung, akhirnya saya memutuskan untuk meniadakan AdSense dan menggantinya dengan tombol donasi. Ternyata keputusan ini berujung baik karena secara keseluruhan CPC saya untuk situs-situs yang lain justru meningkat dan earning menjadi lebih tinggi dibandingkan pada saat FreeMangaDownload di-AdSensenisasi.
Keuntungan lainnya, saya bisa lebih leluasa mempromosikan situs tersebut tanpa perlu khawatir mengalami click fraud atau pun melanggar ketentuan sumber trafik menurut TOS AdSense.
Kembali ke masalah Smart Pricing. Sekali lagi, sama dengan artikel sebelumnya (karena sebetulnya artikel ini adalah lanjutannya), berhati-hatilah dalam meng-AdSenisasi situs karena dengan adanya jebakan efek Smart Pricing tersebut, banyak situs tidak lagi berarti banyak rejeki.
Yah, Google boleh menyebutnya Smart Pricing, namun bagi saya (dan mungkin seluruh publisher AdSense di dunia) itu adalah Sialan Pricing…
PS: Gambar diambil dari http://www.cartoonstock.com

Yup setuju sekali. Meskipun CTR banyak klik banyak tapi kalo si pengeklik cuman nge klik trus pergi. si advertiser kan bisa bangkrut. Jadi mendingan taruh adsensenya di tempat yang strategis dan lebih baiknya di situs yang pengunjung orang luar negeri
lebih tepatnya kalo penggunanya melakukan aktifitas ke situs engiklan…
kalo trafik 100.000 perhari keknya mau diapapun tuh situs aman aman aja
kalo trafiknya 10 perhari keknya mau diapa2in tuh situs ga ngasilin earning
wah kalo segitu.. bandwith gwa langsung abis dunk T,T
Artikel yang muantafz…
Bisa dipertimbangkan untuk dicoba…
Btw…
Aku kangen nich ama Om Cosa dah lama gak ketemu di dunia maya.
Kemana aja om? kangen juga nihh he he he


istri abis lahiran ya? apa belom?
di forum ‘wedhus gembel’ he he
kalo pasang sembarangan efeknye jadi Sal*n Pricing
Mungkin ngak “nanti” ada laporan berapa konversi dari iklan di situs kita..
itu di atas CTR digunakan sebagai patokan..
dulu ke tetangga ;))
bagaimana “membayangkan” konversi dari CTR.
lagi mendung bos.. dicerahin dunk..
nunggu jawaban
Ternyata pihak Google punya trik sendiri untuk mengidentifikasi, mana yang keliatannya fraud ato tidak, btw kita daper menyiasatinya kok dengan pasang iklan selain adsense (tul gak Mas Cosa..?) Tetapi, mengganti dengan tombol donasi, saya kira ide dan inspirasi yang cukup bagus..!
mudah2an efek smart pricing tidak membuat usaha sy mendapatkan cek pertama terhambat. so far so good aja sih kalo aku.
lah perubahan cuman judul aja yg bisa earning ja udah menghambat..jadi ngak handy lagi…btw ada yg mo nyumbang harddisk external 80G ke sana plzzz

*baru keilangan harddisk external 80 G
smart pricing emang bikin jengkel kadang2, coba tuh dilepas di manga cos trus 1 minggu lagi pasang lagi… bisa naek gak hehehe…
saya lagi coba praktekin nih…
salah satu situs saya sudah dihilangkan adsensenya..tinggal tunggu hasilnya..
mas cosa, kira2 berapa lama baru berdampak??
Oh ic, jadi artikel yang sebelumnya itu buntutnya begini toh.. Jadi takut kena smart pricing.. Mungkin itu yang menyebabkan sampe sekarang situs indo belom diperbolehkan ama adsense (yang for content) soalnya yah emang rata2 orang indonesia pecinta gratisan
Prinsip=Kalo ada yang gratis, ngapain bayar

wah jadi takut nih pasang adsense di blog2 baru…
thx ya mas Cosa Infonya
wah jadi takut ni pasang adsense di blog2 baru…thx ya mas infonya
Quality better than quantity, masalahnya bagaimana caranya agar kita bisa tahu situs mana yang bikin kasus. Thanks mas.
wah kayak nya paman google makin ketat aja neh, jadi makin ragu.
Nambah lagi ilmu adsense gue. thx banget bro.
banyak anak tetep banyak rejeki .. .asal anak2 nya pinter2 semua :D
klo ada yang bandel langsung di usir
wah dah ga boleh spam ya…trus klo absen boleh ga…apa juga ga boleh??
Se7 bos.jadi harus menurunkan adesense dibeberapa webku

makin objektif banget dah ah…
istilah om cosa kaya’nya cocok tuh…, ’sialan pricing’… 
Wah ada2 aja nih Om Google, aku aja belum terjun di Google Adsense, sekarang ada lagi yang aneh dari Google = “SIa*** Pricing”
gak ada adsense, kan masih ada adbrite, chitika, widgetbucks, etology, avnads, cj,amazon,”sumbangan” dll… seabrek-abrek. ya kan mas?
jangankan mikirin smart pricing
mbikin website betinanya aja belom beres 
minimal infonya dah ngerti lah 
saya mah fokus ke satu web dulu, baru mikirin yang kayak beginian
Setoedjo…

Mo beresin blog dlo baru monetize
waduh saya makin bingung, bukannya banyak impresi earning adsense makin bertambah??
kalau saya menyebutnya syirik pricing
mas mo tanya kabar tentang AUS yg dulu mas cosa pernah bahas gmn kabarnya?

*baru keilangan harddisk external 80 G
ya semacam kampret pricing
tapi masuk akal. Artinya ajaran seorang murid yang jadi guru agar kita bikin situs sebanyak2nya itu nggak berlaku. katanya 1 situs 1 dollar, 100 situs 100 dolar, 1000 situs 1000 dolar wek wek
sebetulnya konsepnya gak salah kok, dengan catatan, semua situs memiliki perfomance yang bagus :)
Bang Cosa saya sebelum mendaftarkan beberapa situs di google adsense dan beberapa hari kemudian ada balasan selalu masalahnya bahasa, kemudian saya biki yang english ini http://plccourse.multiply.com tapi sudah beberapa minggu tidak ada konfirmasi. Apakah IP aya di banned ? apa ciri-ciri dibanned oleg GA ? bagaiaman sih resepnya supaya goal di GA. terima kasih Bang Cosa yang sukses dan baik hati.
bikinnya di blogger.com aja oom. pake blogpsot. kalo multiply emang bisa dipasang GA gitu??
Very interesting.. Sudah waktunya untuk berbenah kembali untuk websiteq yang teradsennisasi karena banyak mengalami penurunan. Thx bro. Nice post !!
Trimakasih masukanya, dan artikelnya, jadi mereka saling berkaitan ya
tapi masa harus dicobain atu..atu..
Mas, seberapa sering GA ngecek situs kita ya? Kalau nggak sering-sering berarti kita bisa bongkar pasang kode adsense di situs yang CTR nya rendah..
Pada saat diuangkan (monetize bahasa Indonesianya itu kan?) (Cosa, 2007). Hehehe, nice try, Mas Cosa. Susah juga memang menerjemahkan kata ini. Kalau “optimize” biasanya diterjemahkan “optimasi”. Tapi kalau “monetize” jadi “monetasi”, kok nggak enak didengernya….

diuangkan (monetize bahasa Indonesianya itu kan?) (Cosa, 2007), mungkin monetize lebih tepat dikomersilkan, bukankan situsnya di kasih ruang buat merely ads ato komersial toh == sekedar usul ==
“Gampang-gampangannya, efek Smart Pricing ini akan menurunkan seluruh nilai CPC Anda di semua situs apabila ada SATU saja situs yang memberikan perfomance tidak menyenangkan (bagi pemasang iklan).”
Andaikan ini kursus bisnis online, topik artikel Mas Cosa kali ini mungkin bisa dibilang untuk kelas Intermediate. Yang masih Elementary (seperti saya), boro-boro mikir Smart Pricing, lha wong situs saja masih 1 biji. (atau malah ada yang baru rencana bikin situs? Hehehe.) Barangkali moral artikel Mas Cosa ini, gampangnya, agar kita jangan “kemaruk”. Be wise with yourself.
Smart pricing bisa dihindari dengan smart action tentunya :)
Betul bahwa situs berbahasa indo seharusnya jangan dipasangin adsense karena pasti nilai konversi click nya tidak akan bagus. Jadi act smart ajah :)
Tau darimana ya om, rendahnya nilai konversi iklan dari situs yang bersangkutan??
feeling :)
Cmn bisa dinalar dari perkiraan perilaku visitor kita dng iklan yg muncul. Mungkin yg jago psikologi bisa lebih menjabarkan :)
Mas …. mo konfirm ..
apa bener yang kena efek smart pricing itu account kita (1 web jelek .. yg lain - dalam satu account - dinilai jelek). Apa bukannya smart pricing itu terjadi pada niche2 tertentu .. maksudnya Google nerapin smart pricing itu pada niche tertentu .. bukan pada account …
Kalau nggak salah mas cosa sendiri yang pernah ngomong gitu waktu ngomentarin komen saya di posting-posting yang lalu…
gak, pengaruhnya pada keseluruhan channel yg ada dalam akun kita.
Kalo emang dulu aku bilang hubungannya dng niche, aku minta maaf, khilaf :)
[iseng] ketik kata “sialan pricing”, cosaaranca[dot]com nangkring nomor satu di google!
Sungguh bijak dan tepat sasaran petuah pak guru… mantap

Kok namanya smart pricing ya? kenapa ngga bad pricing atau down pricing gitu he he

si Randy Brown dgn situs grownupgeek menghasilkan $2000/bulan dari adsense (1juta pageview per hari)
kyk coin ada dua sisi dari smart pricing…jadi knapa ga dilihat sebagai potensi raising earning aja…toh mbah Cosa udah melakukannya…
kalo gitu adsense for dummy blog nggak berlaku?
klo dari kemarin baca yg adsensenisasi, kok kayaknya mending main PPA aja yah? ato jangan2 bakalan diganti ma PPA semua? susah juga klo ngeliat konversi dari pengunjung apakah melakukan action pa ngga situs pengiklan,klo mereka melakukan sesuatu berarti kita juga dapat untung, klo engga pendapatan kita malah turun..hmm..aneh..soalnya klo di periklanan, tugas publisher kan hanya mengiklankan? visitornya mo ngapain di tempat si pengiklan harusnya di luar tanggung jawab kita, ini malah kita kena tanggung jawab juga..kok bisa smart yah? mending jadi partner aja sekalian..susah2..baru main adsense malah kaya gn..tp show must go onlah..
