CosaAranda.COM Images
 
Testimoni | Hall of Shame | Konfigurasi | Bookmark
 

Pelajaran Dari UGD

Karena kesehatan ayah saya yang kurang baik tiga bulan terakhir ini, saya jadi sering “berkunjung” ke UGD. Biasanya pada waktu-waktu tengah malam. Bukan berniat untuk menemui suster ngesot, tapi memang penyakit ayah saya seringkali kambuh di malam hari. Ternyata, banyak juga pelajaran yang dapat diambil dari kunjungan ke UGD pada jam-jam tersebut. Dari yang menyedihkan, menyentuh, hingga yang (maaf) menggelikan.

Salah satu kejadian yang saya ingat adalah pada saat beberapa orang datang mengantarkan dua orang remaja umur dua pulihan yang katanya habis terjatuh dari kendaraannya (sepeda motor). Waktu itu sudah jauh lewat midnight, sekitar pukul 3 dini hari. Pemuda yang pertama, bagian muka, terutama dagu dan bibirnya, mengalami luka yang lumayan. Sedangkan pemuda yang kedua sepertinya mengalami luka di bagian dalam, di sekitar bagian pinggul, karena ia terus berteriak kesakitan sambil memegang pinggang dan pinggulnya.

Pemuda pertama, sebut saja si A, dibopong dan diletakkan di tempat tidur. Anehnya, begitu ditidurkan, dia langsung bangun lagi, turun, dan mencoba untuk berjalan (sambil mengaduh-aduh kesakitan). Petugas jaga yang melihat segera menyuruhnya untuk berbaring kembali. Begitu petugas jaga berpaling, si A kembali bangun dan turun (sambil mengaduh-aduh kesakitan). Ini terjadi hingga 3 kali berturut-turut. Karena bingung melihat ada korban kecelakaan yang bandel, petugas jaga pun terdiam mengamatinya dan kemudian menyadari bahwa ternyata si A sedang mabuk! damn

Pemuda kedua, sebut si Z, setali tiga uang. Mabuk juga. Bedanya, jika si A memilih untuk berjalan-jalan, si B lebih suka berteriak-teriak, bahkan memanggil-manggil ibunya. Waktu dokter jaga mengajak berkomunikasi, si B menjawab dengan asal, khas gaya orang teler, hehehe. Tanya nomer telpon keluarga yang bisa dihubungi, dijawab dengan memberikan nomer HP kakaknya. Waktu dicoba, suara yang terdengar adalah “Nomer yang Anda tuju belum terpasangkonslet

Lebih lucu lagi, waktu suster ingin melepas celana panjangnya (karena diduga ada keretakan di bagian pinggul dan sekitarnya), ia mati-matian tidak mau. Ternyata orang mabuk masih punya rasa malu juga ya… Tapi kok orang yang gak mabuk ada yang gak punya malu ya. nggaya

Singkat cerita, si dokter jaga (laki-laki) harus menggunakan segala cara untuk menyampaikan kata-katanya ke si B. Dari sedikit membentak hingga… “pura-pura” menjadi kakaknya! Satu kalimat dari si dokter yang sampai sekarang masih saya ingat,

B, abang suntik dulu ya, kamu jangan teriak-teriak aja.

Mungkin moral cerita dari sepenggal kisah ini adalah, jangan pernah mengendarai motor dalam keadaan mabuk.

Satu kejadian lagi yang bisa dikatakan berkesan adalah yang baru saja terjadi 2 minggu lalu. Waktu itu sekitar pukul 11 malam. Sesampai di pintu masuk UGD, kami (saya, ayah, dan ibu) sempat kebingungan. Kok banyak banget orang yang sedang menunggu di depan pintu yah. Bukannya panik, tapi mereka asik mengobrol, tiduran, hingga mainan HP. Di dalam ruang UGD pun tidak jauh berbeda. Walaupun tingkahnya tidak se-ekstrim yang ada di luar, tapi cukup banyak yang menunggu di dalam.

Selidik punya selidik, mereka ini adalah rombongan dari luar kota yang sedang mengantarkan sepasang pasutri. Sang istri yang sedang sakit (sayangnya saya tidak sempat mengetahui apa penyakitnya). Entah mereka semua memiliki hubungan keluarga atau hanya tetangga. Anggap saja perbandingannya 50:50, dengan jumlah total rombongan mencapai 25 orang, ini jelas membuat saya berpikir dan membayangkan.

Apabila suatu saat nanti saya harus dibawa ke rumah sakit, apa mungkin akan ada orang sebanyak itu yang mengantarkan saya? Atau yang lebih dalam, adakah orang yang bersedia menemani saya pada saat-saat seperti itu sekalipun?

Betapa “berbahagianya” pasutri tersebut apabila ternyata mayoritas orang dalam rombongan “hanyalah” tetangga mereka, bukan keluarga. Pastilah selama hidupnya mereka sering berbuat baik terhadap sesama. Atau setidaknya telah menemukan teman-teman sejati mereka, secara teman-teman sejati susah untuk dicari.

Jadi merenung lagi, kira-kira teman-teman (belum punya tetangga karena masih numpang rumah ortu) saya nanti ada yang mau nganterin saya ke UGD gak ya kalo ada kejadian apa-apa dengan saya? Atau cuman nganterin sampai gerbang rumah sakit terus pulang ke rumah masing-masing? Atau malah cuman kasih ongkos taksi doang?

Saya jadi ingat sebuah kisah, tentang seorang suami yang sedang terbaring sekarat di tempat tidur.

Suami: Istriku, kemarilah, duduklah di sampingku.

Sang istri yang dari tadi berdiri dengan wajah sedih mengampiri suaminya dan duduk di tepi tempat tidur.

Istri: Ya suamiku sayang.

Suami: Aku teringat akan apa yang telah kita alami bersama selama ini.

Sang suami berkata dengan mulut gemetar. Ia melanjutkan.

Suami: Kau selalu ada di sampingku, sejak kita menikah, hingga saat kondisiku seperti.. yah.. kau lihat sendiri. Dulu, saat perusahaan yang aku kembangkan dengan susah payah bangkrut, kau ada di sampingku. Lalu, saat seluruh uang simpananku hilang dijarah penjahat, kau tetap ada di sampingku. Kemudian, saat rumah kita terbakar, kau juga tetap ada di sampingku. Bahkan, saat aku divonis mengalami kanker dan dokter mengatakan hidupku sudah tidak lama lagi, kau masih tetap ada di sampingku. Hingga saat ini.

Sang istri menitikkan air mata, terharu. Ia berusaha keras untuk tidak menangis agar tidak membebani pikiran suaminya.

Suami: Sekarang aku sadar….

Air mata sang istri makin deras mengucur.

Suami: Istriku, kamu adalah pembawa sial dalam hidupku!

Gak terlalu ada hubungannya dengan artikel sih, cuman biar gak terlalu serius aja bacanya :)

Sebagai penutup, ingat baik-baik kalimat berikut yah:

Kita seringkali mengorbankan kesehatan untuk memperoleh uang, dan kemudian mengorbankan uang untuk memperoleh kembali kesehatan kita

PPS: CAN membuka lowongan gelombang kedua untuk posisi content writer (fulltime). Baca detilnya di sini.

Anda dapat meletakkan link Anda di sini. Mau tahu caranya?

BookmarkAddict.com

Keberatan dengan iklan ini?
Informasi pasang iklan
#01
 
Comment by billythekid (2007-11-20 00:48:03)
billythekid

pertamaaaaaaxxxxx…

 
Comment by Dewi (2007-11-20 13:18:16)
Dewi

semoga ayah mas cepat sembuh

 
soer_bae

Absen di PERAMAX Dulu Ah,

Kita seringkali mengorbankan kesehatan untuk memperoleh uang,
dan kemudian mengorbankan uang untuk memperoleh kembali kesehatan kita,

Karena Umum nya kita berpikir,
Dengan Uang,
Membeli Apa saja, termasuk, membeli ‘Fasilitas’ Kesehatan
tipi

 
 
mbahmul

yang sabar mas cosa

 
 
koeaing!

Iang sabar ja boeng ? Maimang begitoela idoep poen,kadang itoe seneng en sringkalih djoewa ada sedih itoe….
koeaing!

 
 
 
 
Masturi

Moga orang tua Mas Cosa segera diberi kesembuhan. Dan pelajaran menarik yang Mas Cosa dapatkan dari UGD menjadikan kita berpikir, ternyata kita memerlukan orang lain yang ikhlas . Padahal di zaman saat ini, sulit untuk mencari orang yang demikian. Terima kasih Mas atas infonya.
Masturi Istamar Suhadi Usman
http://refleksie.blogspot.com

 
 
 
Delia Veronika

Kesehatan itu emang mahal,tapi menjaga kesehatan gratis.Sebelum sakit,jagalah kesehatan terlebih dahulu.
BTW,Delia sudah merasa dekat dengan tulisan2 dan bimbingan mas Cosa,walopun belom ketemu (apa mas Cosa mau ketemu aku yah?),Delia pikir om Cosa orang yang baik,mudah jadi temen en pasati punya banyak teman.Delia pun secara tidak langsung sudah menganggap om Cosa temen kok.So seandainya kita ketemu en om Cosa harus dibawa ke rumah sakit karena sakit,tak antyerin deh
:) ….serius neh

 
Orang Indonesia

Ya, jagalah kesehatan, sesekali hibur diri dengon nonton tipi

 
Dheesima

Ikut Asuransi kesehatan mungkin lebih aman, kita khan ga ngerti kapan kita sakit..
Buat jaga2 aja kali ya…

 
(Comments wont nest below this level)
ruzdee

betull gw setuju banget….

apalagi doa orang asuransi adalah semoga yang ikut asuransi tidak celaka karena biar uangnya tidak dibayarkan ke kita. makanya orang yang paling berdoa keras untuk kita selamat adalah orang asuransi senam sorry

 
 
 
 
Comment by hawee (2007-11-20 14:34:48)
hawee

ikuuuutttt..nganterin Cosa ke rumah sakit.. ngacir

 
 
chempez

mbak delia, buruan dianterin deh om cosanya.. ngga ke rumah sakit juga pasti ayuk kok kalo dianterin mbak del..

Om Cosa: Buran minta dianterin mbak del tuh bos.. masa kalah ama mr topan, minggu depan dah merit lho, jgn nyerah buruan ngacir deh…

**makanya kalo pulang malem jangan naik motor, ga aman bos… biasanya kalo dah malem jalanan jadi suka miring-2 en goyang-2 lho.. nocomment

 
 
 
robby’s

sombong biasah…..

@mas cosa

makasih atas bantuannya, sekarang domainnya sudah masuk di account saya, sekali lagi tengkyu mas cosa love

ngacir ngacir ngacir

 
 
agusnaim

“Kita seringkali mengorbankan kesehatan untuk memperoleh uang, dan kemudian mengorbankan uang untuk memperoleh kembali kesehatan kita”

untung aja kesehatan-ku masih terjamin asuransi nggaya , tapi suer…. kena thypus aja, lemesnya bukan maen…
jadi tetep lebih enak sehat daripada sakit ngacir

 
 
widarta

iya cos…
aku ngak ngorbanin kesehatan demi uang aja sering kena sakit..
hehehe…
apalagi ngorbaninn…
sayang nya kok sekarang malah jarang mlm yang tawarin aku obat ya… nangis
mau jaga kesehatan lagi akhhh.. nggaya
apa perlu jadi pasutri dulu ya.. biar ada yang rawat.. gatau

 
 
awantoriadi

jadi teringet terakhir nganter orang ke UGD…

waktu itu lagi ngawanin temen yang berkunjung kerumah saudaranya, ternyata istrinya sakit dan kami anter kerumah sakit, dirmh sakit A sedang penuh, trus diatar kermh sakit B pake ambulan, trnyata nyawa sang istri ga bisa diselamatkan nangis

langsung shock karena itu pengalaman pertama melihat orang ninggal…

 
 
Comment by wira (2007-11-20 22:48:47)
wira

Dibalik musibah ada barokah.. sabar ya om

 
 
 
#02
 
Ramadi

Coba komentar dulu baru baca sorry

 
hakim01

sehat emang paling mahal harganya,tetapi kalo lagi sakit aja baru inget tentang kesehatan kita love

 
 
 
#03
 
Ramadi

Yang keberapa ya?

 
 
#04
 
danzig138

lumayan dapat juara harapan hapan nih, hadiahnya buku tulis ya mas hihi

nggaya

 
 
#05
 
artofnet

“Kita seringkali mengorbankan kesehatan untuk memperoleh uang, dan kemudian mengorbankan uang untuk memperoleh kembali kesehatan kita”

bener banget tuh kata2 diatas… tapi sy udah korban kesehatan belum dapat uang juga nih hehehe damn

 
 
#06
 
ekowanz

sial!! mataku udh berkaca2 baca cerita suami-istri tadi damn

eh mas cosa mulai mendambakan teman hidup nih *lirik2 blogger cewek yg sering komen disini* huahahaha *kaboor sebelum ditimpuk cek adsense ama cosa*

 
robby’s

ayuk lha cwe yang sering comment di sini juga suka lirik² yang punya web ini ko, ada benernya juga tu katamu broo ayuk

 
 
agusnaim

monggo kabur………
biar aku aja yang ketimpuk cek nggaya

 
 
 
#07
 
robby’s

nggaya yap bener banget tu, jadi seberapa besarpun semangat kita untuk berburu $$ kita juga harus menjaga betul kesehatan kita, kita juga harus berfikir di hari tua kita, bagaimana kesehatan di hari tua kita nantinya. memang kalau masih muda si kita masih kuat untuk memaksakan diri begadang ( kaya saya ini )tp kita juga harus belajar membaca apa efek dari terlalu banyak begadang. salah satu yang pasti yaitu “darah rendah” jangan di anggap enteng darah rendah, karena juga bisa mengakibatkan “stroke” yang mempunyai resiko lumpuh pada sebagian organ tubuh kita. konslet

sombong kita berburu $$ klu dapetnya banyak nggak masalah, nah klu kaya saya berburu nggak dapet² gatau lha ntar klu sakit paling² ngandalin ortu nangis

bye tobat ahh bye ngacir

 
 
#08
 
Suwahadi

Wadow, Mas Cosa ceritanya bagus tapi yang terakhir koq hancur githu.
Haiya…………. tendang

 
 
#09
 
Comment by Cuple (2007-11-20 04:27:23)
Cuple

Udah siap2 nangis ternyata kok konslet

 
 
#10
 
Comment by Icoez (2007-11-20 05:07:59)
Icoez

Nunggu apa lg om cos,buruan comot satu cewek aja,ntar yg kedua nyusul.ntar keburu jadi perjaka tua lo,ato jangan2 udah ga perjaka lg nh…he3x.
Pngumuman!
calon istri om cos hrs punya akun adsense,en kalo tertarik bisa daftar dgn sistim referal euy…

 
 
#11
 
 
#12
 
Comment by Jepes (2007-11-20 06:49:28)
Jepes

Wah..gua sadar juga akhirnya…Sip lah Cosa!

Harus dikurangin nih begadangnya…

btw, udah cantumin nama kalian di Surat Simpati Untuk California?

 
 
#13
 
Victor

Dari dulu aku sadar tentang ini :

Kita seringkali mengorbankan kesehatan untuk memperoleh uang, dan kemudian mengorbankan uang untuk memperoleh kembali kesehatan kita

Tapi kok aku nggak tobat2 yah ayuk

Yang penting maju terus! nggaya

 
 
#14
 
darknight

Hmmm, asal kesehatan tetep dijaga kerja keras pun tak masalah.. Ingat sex, yaitu:
S= Sleep well
E= eat well
X= eXercise (hayoooo,, siapa yang males olahraga)

Biarpun sibuk, kita tetep harus tidur Minimal 6 jam sehari, 8 jam ok tapi kalo bs 6 jam deh… bye

Dan jangan lupa olahraga.. ini yang penting!! males males

 
Comment by Cosa (2007-11-20 09:22:19)
Cosa

itu yg susah mbak, hehehe

olahragaku cmn naik turun tangga rumah nih males

 
 
awantoriadi

oya, lagi mraktekin olahraga termurah tapi dapet duit..

tiap pagi sama tiap malam, lompat2*) sambil liatin target yang tak pasang di dinding, hehehe

*) baru dapet ilmu “goncang bumi” dari mas Gobind Vasdev, pemenang Penghuni terakhir, sinchan

 
 
 
#15
 
Comment by yudi (2007-11-20 07:22:55)
yudi

kalimat terakhir tu lo mas, buener banget

 
 
#16
 
anang, yb

Lha kalo obyekan udah nyerbu kita…, gimana bisa nolak?
(bulan ini hampir kumat typhus males gara-gara dapet 4 proyek sekaligus nggaya )

 
Comment by Cosa (2007-11-20 22:46:30)
Cosa

makan2 dong kembar

 
anang, yb

karena nyaris thypus… jadi nggak boleh makan sembarangan dulu hehehe… nggaya

 
 
 
 
#17
 
ayahshiva

jadi ayahnya udah 2 minggu lebih ya mas di rumah sakit?
wah saya cuma bisa nge-doain semoga lekas sembuh ayah nya

 
Comment by Cosa (2007-11-20 09:24:05)
Cosa

nggak di rawat inap sih. Biasanya kalo kambuh, dibawa ke UGD, ntar 2-3 jam kemudian dah baikan dan bisa pulang. Kebetulan terakhir kambuh ya itu, 2 minggu lalu. Penyakitnya sendiri masih lom jelas asalnya.

Doain yah

 
agusnaim

mg-mg ayahnya cepet sembuh mas…
n makasih juga mas, sudi mampir n kasih saran di blogjelekku :) udah dibenerin tuh…
thanks a lot :)

 
 
Delia Veronika

Apa sempat didiagnosa Asma bronkial,Emfisema, atau Decompensatio Cordis mas..Biasanya penyakit itu yang sering kambuh,apalagi waktu malam.

Btw smoga cepat sembuh yah Bapaknya mas Cosa.
Jadi ingat Papa Delia yang juga sering sakit nangis

 
Comment by Cosa (2007-11-20 22:44:24)
Cosa

semoga papanya cepet sembuh mbak

 
(Comments wont nest below this level)
 
 
 
 
#18
 
lukmanf

saya mendo’akan moga ayah om cosa cepat sembuh ya.

om cosa-nya jg jgn banyakan bgadang..

gw jg ah.. mau olahraga dulu

sinchan senam gatau nggaya nyerah ngiler konslet

 
Comment by Cosa (2007-11-20 09:24:44)
Cosa

makasih doanya mas

 
 
 
#19
 
Comment by Adee (2007-11-20 08:37:39)
Adee

nangis Sedih banget ceritanya gatau

 
 
#20
 
setia mulyana

ada ada aja mas ini, mau cerita ya cerita tapi kurangin donk paragrafnya, dipersingkat donk… but mengena koq maksudnya…. malah pengen nangixxxxssss …. tolong persingkat …. saya malas bacacacacaca begitu panjang … salam konslet nangis nocomment

 
 
#21
 
antobilang

kalimat closingnya mantaf banget om cosa.
senam

 
 
#22
 
Alex bhaswara

Asem! sing terakhir ketipuuuu!!! konslet

 
 
#23
 
ekowanz

lupa…cepat sembuh buat ayahnya om cosa ya..
lha kok bisa penyakitnya blm tau??

 
 
#24
 
Comment by Jiewa (2007-11-20 09:54:45)
Jiewa

UGD itu emang serem banget. Tapi banyak juga kejadian yg unik. Dulu waktu aku masuk UGD, ada juga cewe yang abis minum baygon karena dilarang pacaran ama ortunya ayuk

 
Comment by Cosa (2007-11-20 10:02:58)
Cosa

cakep gak ceweknya? ngacir

 
Comment by metha (2007-11-20 10:37:14)
metha

kalo’ cakep kenapa mas?? nggaya

 
robby’s

mo diajak pacaran ma cosa, kan cosa isunya lagi cari² itu tu…. ngacir

 
(Comments wont nest below this level)
 
 
 
 
#25
 
Comment by M