RSS - Pedang Atau Benang?
Saya dapat memaklumi pendapat dari mas Deddy dalam tulisannya yang membahas tajamnya pedangnya RSS. Pun juga memahami ketakutan dari teman-teman akan berkurangnya pengunjung blog atau situs kita — seperti yang merea kemukakan di bagian komentar artikel mas Deddy — gara-gara keberadaan si RSS ini. Namun saya tidak setuju apabila membatasi content dari feed RSS adalah solusinya. Bahkan saya merasa agak kurang tepat apabila langkah tersebut dikaitkan dengan konsep “Marketing 2.0″-nya Hermawan Kartajaya. Kenapa?
Sebelumnya, jujur saya katakan bahwa saya belum membaca secara utuh konsep Marketing 2.0 tersebut. Namun, dari bagian “2.0″-nya, saya mengira-ngira bahwa ini berhubungan dengan konsep “Web 2.0″ yang Visitor Centric, sehingga apabila Marketing 2.0 dikatakan bersentral pada customer atau pelanggan, maka seharusnya inti dari konsep tersebut adalah “memberikan yang terbaik ke pelanggan dan selanjutnya menyerahkan segala sesuatunya di tangan mereka“.
Sekali lagi, karena saya belum membaca konsep aslinya, mohon diralat jika salah.
Nah, efek yang diharapkan tentu saja adalah buzz marketing atau promosi dari mulut ke mulut, dimana pelanggan yang puas akan dengan sadar dan sukarela mempromosikan produk kita ke orang lain. Tidak perlu disangkal bahwa metode inilah yang paling efektif dalam hal pemasaran. Seth Godin dalam bukunya Purple Cow juga menyatakan demikian.
Oleh karena itu, alih-alih membatasi informasi yang didapat oleh pelanggan feed kita, justru sebaiknya kita berikan seluruhnya ke mereka. Berikan full feed kepada mereka (pengguna Wordpress versi 2.1 ke atas harus menginstall plugin Full Text Feed terlebih dahulu), dan biarkan mereka yang memutuskan, apakah situs atau blog Anda layak dikunjungi, layak dikomentari, dan layak dipromosikan.
Saya 1000% setuju dengan pendapat mas Deddy bahwa kita harus menempatkan diri kita sebagai pembaca atau pengunjung blog kita sendiri. Dengan demikian, kita tahu apa yang seharusnya kita lakukan dan apa yang jangan. Dan kalau saya sih, apabila saya berlangganan feed atau newsletter dari suatu blog atau situs, saya ingin mendapatkan segala informasi yang ada di blog atau situs tersebut, tanpa harus meluncur lagi ke TKP, hehehe.
Untuk penyakit phobia kehilangan pengunjung, saya punya obatnya. Generik kok, dapat dikonsumsi oleh siapa saja. Yaitu, anggaplah pengunjung blog atau situs Anda dan pelanggan feed Anda sebagai dua komunitas yang berbeda. Dan keberadaan layout dan feed RSS adalah benangnya. Selanjutnya mudah, beri masing-masing komunitas benefit tersendiri, sehingga keduanya dapat berjalan beriringan.
Detailnya kita bahas di lain waktu.
Semoga bermanfaat.
PPS: CAN membuka lowongan gelombang kedua untuk posisi content writer (fulltime). Baca detilnya di sini.

kan bisa buat backlink, iya kan?
sy nggak takut kehilangan pengunjung…n itu nggak mungkin terjadi…karena blog sy menarik skali…
blognya mas goyang tangannya banyak seh…
Mas, fungsi dari RSS itu sendiri apa sih?saya masih belum paham..maklum lah masih newbie. Saya pasang feed di blog/web saya. Apa kegunaannya sama?mohon pencerahannya.
RSS itukan Rumah Sangat Sederhana?
ooo
bukannya Rumah Sakit Sentral?
RSS tu sumary dari sebuah site yang bisa diletakkan di situs mana aja, dan bisa otomatis terupdate kita pemilik rss nya mengupdate content situsnya. Dengan Rss maka kita bisa mendapatakan kontent tanpa perlu memposting.
Mau sharing pemikiran nih. Membatasi content dari RSS sebenernya didasarkan pada 2 kasus:
1. Seperti yang sudah disebutkan, turunnya jumlah pengunjung. Namun sebenarnya ini hanya perlaku pada blog yang sedang berkembang. Seperti halnya negara berkembang. Hehe… Kalau sudah pada tahap negara maju tentu saja ini tidak begitu berpengaruh.
2. Pengaruh pada ranking di search engine. Blog yang belum berkembang jadi semakin terpuruk di search engine karena traffic yang didapat dari SE akan menurun sehingga untuk ke tahap BUZZ Marketing jadi tidak tercapai. Ada juga blogger yang mengeluh karena ranking RSS feed-nya di search engine malah lebih tinggi dari ranking page postingannya.
Mengenai Marketing 2.0-nya uda bener kok konsepnya. Salam…
hihihi, bosnya dateng :)
Untuk rss feed, sebaiknya di blok agar gak ke-index di SE. Seingetku pernah aku post kok caranya, di postingan yg berhubungan dng supplemental result.
jadi kalo menurutku pribadi rasanya RSS gak akan berpengaruh ke SE
Wah ada tips yang terlewatkan nih. Thanks ya, ntar tak ubek2 dah :)
Klo yang nomor 1 gimana mas Cosa? Pengalaman pribadi nih, blog saya kan masih pada tahap negara berkembang. Tapi jumlah feednya lumayan untuk ukuran negara berkembang. Misalnya sedikit yang memutuskan untuk mampir, tentunya bisa berpengaruh pada posisi di SE kan? *CMIIW* So untuk mencapai buzz marketing jadi impian. Hehe…
Sempet kepikiran untuk diilangin aja tuh RSS Feednya. Tapi yah, sekali lagi memang content adalah segalanya. Klo bisa difeed and divisit kan jadi sekali merengkuh dayung, 2-3 pula terlampaui…
Thanks untuk sharing infonya. Sukses yah!
ngak usah di ubek2 mas,langsung tulis plugins di keyword search en.nya mas cosa nanti ada temanya kok….
@cosa

1.mas taw email si PPC ngak ? ada pesen nih buat dia…
2. saya aja, males ngurus2 rss jadi bener2 hampir ngak keurus deh mas…coz anak2 kuliahan kadang suka rss sih jadi ya saya ngak urus supaya dateng ke blog saya trus ada chance tuk klik …gtu lo
di yahoo lebih mengutamakan feed rss ya
Pake robots ya mas?
cara memp[erbanyak feed gimana ya pak, kok punyaku ngga laku kaya punya bos. he he…, btw, Bos, ke blog ku donk :)
sebenarnya klo diantara para blogger ada rasa persatuan, pasti semuanya dapet PR 4+, saling share pasti enak
setuju mbak sastro
, bisa nda dibantu pejelasan ttg RSS Feed Bang Cosa, Soalnya kalo yang jelasinnya Bang cosa gampang ngertinya 
sekalian numpang backlinknya ya Bang???
ini alamat blog-ku
http://oentoe09.blogspot.com
menurut saya(serius nih)
RSS Feed cocok untuk “negara berkembang” dan “negara maju”, jadi blog newbie kayak punya saya sih seperti fasilitas mubazir, makanya rssnya tak hilangin sampai minimal dapat visitor 100/hari, cukuplah berlangganan feed dulu sampe tahu gimana memaksimalkannya…
nah ini pantas di contoh, tapi ada info dari temen klo jumlah pelanggan rss (pada feedburner) bisa dimanipulasi. gatau
bisa dimanipulasi ya? ntar tak manipulasi pelanggan feed saya jagi 1000 orang, biar kalah cak cosa

Weleh2 aku masih blom bisa apa2 tentang Feed ini. Kemaren baru daftar tapi masih blom tahu gimana cara memakainya
Bisa bantuin ga’ ?
Pencerahan yang menarik. Dualisme full atau parsial RSS ini memang cukup sulit buat diputuskan oleh saya selama ini. Paragraf terakhir tulisan Mas Cosa sangat membantu dalam penentuan konsep dasar dan membuat strategi marketing yang berbasis dari pemisahan konsep tersebut secara jelas.
Btw. subscriber yg langganan via RSS (bukan email) dapet ebook gratis juga nggak?
gak usah khawatir kehilangan pengunjung, masing2 punya target pembacanya sendiri2. ato minimal di set aja supaya feednya cuma partial (bukan full). jadi kalau mau baca full, dia tetap harus masuk ke blog yg bersangkutan.
Di bakar aja mas feednya pakai FeedBurner
biar lebih mantab. Di sono banyak tool buat optimasi Feedkoq..
bagi saya sih asal nge-blognya bener,dan memberikan informasi yang benar dan menarik bagi para pengunjung, berhubungan baik dengan mereka, seo jalan, dijamin blog akan berjalan kayak kereta api di jepang yang kecepatannya bisa sampai 200 km/jam. Oh ya kan sekarang Feed bisa menghasilkan dollar.
dari bidvertiser sekarang ada fitur baru menghasilkan dolar dari feed anda. jadi ga usah takut yah santai aja 
adsense juga bisa om, dari feedburner, waduh ada kepala kantor
iya cah gw dah liat tuh, btw gw masih jarang eh sdikit maksdnya pasang bidvertiser…., btw boleh ngak sih adsense di join sama bidver
Saya lebih suka mengandalkan rss, meskipun beberapa memenggalnya. selain lebih cepat juga menguntungkan saat kita mobile dan menggunakan internet volume based. Tapi untuk berkunjung teteplah, sebaik apapun web kita dalam segi penataan dan desain tapi artikelnya tidak menarik sama aja.
sependapat sama pututik. karena itu juga yang menjadi alasan bagi saya untuk memotong feed, karena kalo dikasih full trus kebetulan pelanggan feed di tempatku pake mobile kan lumayan soro….
dari kemaren belajar tentang feed rss masih lom paham mengoptimalisasikan jadi yaaaa
dulu…. takut salah ngomong hehehhee
Aku sendiri cenderung memanfaatkan rss feed reader untuk mengulik berita beberapa blog. Apalagi kalo kita mobile dan yang ada hanya volume based connection, bisa gawat kalo harus buka banyak blog. Tetapi tetap juga menyempatkan diri mampir membuka beberapa berita yang cukup menarik. Tergantung penikmat blog atau web ber rss lah, mau dipotong atau mau nggak yang penting kita merasa tertarik nggak dengan artikel yang disampaikan. gitu kali ya
setuju…ambil baiknya, buang jeleknya, karena ngak semua artikel itu bagus2 semua. Paling yang bagus 1-2 kalimat aja.
kecuali cosaaranda.com bagus semua.
mas cosa numpang aja nih, kenapa sih freemangadownload nya mas cosa harus pake rapid share
downloadnya jadinya dibatasi mulu ama rapid share, gimana kalo pake divshare atau filecows tapi filecows tu punya siapa yah
thanks sebelumnya 
beli akun rapidnya mas, biar ga pake nunggu
Setuju tuh ma pututik. rss gimana kebutuhan kita, kalo perlu cepat kita tetep gunakan. tapi kalo mampir..tetep. orang timur kale ya. kaya silaturahim gitu.

kalo aku.. mudah2an semakin banyak yg subscribe rss aku
no komet
APAPUN ADA PROSES NYA JGN SUKA MENERIMA YG SERBA INSTAN. pasti gak akan bertahan lama,,
NGACIRR,,,,
benang
buat jait blog kalee


ato buat networking
yang jelas bukan jenang
keliatane buat njahit pedang kalee
…

yuuhuuii..
ada post lagi nihh dari Boss Cossa..
udah aku tunggu-tunggu akhirnya muncul juga..
hwehee..
…
Inspirasi tetap dari Rich Sefren..
The Attention Age Doctrine..
bahwa para marketer fokus hanya pada satu kata “ATTENTION”..
bukan pada RSS yang penuh atau hanya separoh saja..
itu bukan maksudnya..
selama anda bisa menangkap Attention orang tersebut..
baik Full RSS ataupun yang nda’ full RSS..
anda selalu bisa mencetak uang..
(katanya Rich Lohh..bukan kataku..)
dan sebelum anda bisa memberikan benefit kepada orang lain..
sebaiknya anda bisa menarik perhatian orang itu dulu..
bisa ngebayangin kan kalo orang ngasih hadiah tapi ngga’ dianggap..??
kayak lagunya kertas donk..
“kekasih yang tak dianggap..”
…
hwehehe..
berlagak kayak profesor Marketing..
padahal SMA aja barusan lulus..
payah..
hams berlagak pinter..
Ngacirr…!!!
…
mas coba di post di blog sendiri deh…biar asoy bacanya
:-)
saya malah blm lulus sma mas tapi udah berlagak kayak selebritis

Sebenarnya ngga masalah kalo pake rss, karena menurut “perjalanan” saya meskipun saya langganan rss dari Blog selebritis, saya lebih suka datang langsung ke blognya sambil
OM, KOK WORDPRESS ERROR KALO MASUK KE BLOG INI???
iya sama saya juga masalahnya gitu nih om cosa?
IMHO, buat saya, RSS - sesuai namanya Really Simple Syndication - tetap penting karena memudahkan kedua belah pihak. Dengan adanya RSS Feed pengunjung blog bisa mendapatkan update artikel sebuah blog tanpa harus datang ke blog tersebut. Dengan RSS juga si pemilik blog duntungkan karena bisa menjaga kesetiaan pembaca blognya. Jika memang content-nya bagus, justru dengan RSS Feed pengunjung blog akan selalu mendatangi blog tersebut.
Ada yang sudah pakai Smartlinks?
nice artikel


gini mas sebenarnya saya mau tanya kog gak ada tempat buat tanya nya ya
jadi maap kalo saya tanya di posting anda yang terbaru..hehehehe
saya mau tanya bikin icon” di comment dan di postingan tu carannya giman kog bagus dan lucu” apa ada plunkin nya?
coz saya masih awam di wordpress…hehehehehe
maap ya mas sekali lagi dan tolong di balas di blog saya
hmm… nasehat yang bagus hhee, tapi berhubung situs aku masi kecil visitornya, lom ada niatan pasang feedburner dkk hihih
Berarti content feed harus dibatasi ya.
sebenarnya konsep bloging yang utuh itu gimana sih… saya jadi sedikit bingung… tapi klo barang kita bagus, kenapa takut kehilangan pembeli… klo prinsip marketing yang saya tahu sih… barang bagus, service hebat, banus banyak, pasti pelanggan antri… tapi maaf saya cuma baru tau teori.. praktiknya masih nol.. makanya lagi belajar pontang panting sana-sini nih…
ya bener apa content feed harus dibatasi
ini dia yg saya takutkan dibahas juga di sini, jgn2 cman dengan mendapatkan rss feed saja pengunjung sudah ogah mampir ke situs. mikir2 bener juga dibikin anggapan dijadikan 2 komunitas.
sayang andai memang terjadi 2 komunitas, mungkin lebih baik jika 2 komunitas digabungkan jadi satu.
ah bingung juga, kada saya fikir rss feed hanya untuk di crawl ama mbot doank yang ujung2nya mengenai posisi di search engine, dilemanya ya itu tadi giman kalo cman rss fee