<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cosa Aranda Dot Com &#187; Search Results  &#187;  ppc+lokal</title>
	<atom:link href="http://cosaaranda.com/search/ppc+lokal/feed/rss2/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cosaaranda.com</link>
	<description>Belajar Bisnis Internet Untuk Pemula</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 02:28:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Monetisasi Blog, Tidak Sekedar Menulis Konten dan Mendatangkan Trafik</title>
		<link>http://cosaaranda.com/monetisasi-blog-tidak-sekedar-menulis-konten-dan-mendatangkan-trafik.html</link>
		<comments>http://cosaaranda.com/monetisasi-blog-tidak-sekedar-menulis-konten-dan-mendatangkan-trafik.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 08:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cosa Aranda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Monetisasi Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cosaaranda.com/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Juni ini, pebisnis internet Indonesia, khususnya yang bermain di ceruk lokal dengan menggunakan media blog, seakan &#8216;dimanjakan&#8217;. Mulai dari kasus beredarnya video Ariel dan Luna hingga ajang Piala Dunia 2010, mereka semua adalah topik yang berpotensi untuk menghadirkan trafik berlimpah. Yang disebutkan pertama misalnya, kabarnya mampu membuat banyak situs kedodoran servernya gara-gara tidak siap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Juni ini, pebisnis internet Indonesia, khususnya yang bermain di ceruk lokal dengan menggunakan media blog, seakan &#8216;dimanjakan&#8217;. Mulai dari kasus beredarnya video Ariel dan Luna hingga ajang Piala Dunia 2010, mereka semua adalah topik yang berpotensi untuk menghadirkan trafik berlimpah. Yang disebutkan pertama misalnya, kabarnya mampu membuat banyak situs kedodoran servernya gara-gara tidak siap menghadapi lonjakan pengunjung. Dari pengamatan sepintas, untuk kata kunci yang berhubungan, situs yang beruntung menduduki kursi panas (posisi 10 besar di mesin pencari) bisa mendulang hingga 50 ribu pengunjung per harinya. Sebuah angka yang cukup fantastis, bukan?</p>
<p><span id="more-556"></span>Yang berikutnya sering menjadi pertanyaan &#8212; <strong>apakah kenaikan trafik tersebut selalu disusul dengan kenaikan penghasilan?</strong></p>
<p>Jawabannya <em>relatif</em>. Tergantung dari kontennya, terutama dari cakupan materi yang dibahas, serta dari program monetisasi blog yang digunakan.</p>
<p>Untuk kasus video mesum misalnya, salah satu situs saya mengalami kenaikan pengunjung 100x lipat. Selama <em>peak day</em> (antara tanggal 6 &#8211; 9 Juni), CTR PPC hanya naik 1.5 &#8211; 2x lipat, sedangkan pada program monetisasi yang lain yang berjenis Contextual &#8220;In-Text&#8221; Ads, kenaikan CTR mencapai 2.5 &#8211; 3x lipat. Saya sengaja tidak bicara nominal penghasilan karena pada kedua program tersebut nilai per klik sifatnya tidak konstan, sehingga tidak bisa digunakan sebagai ukuran.</p>
<p>Fenomena di atas sebenarnya sudah bisa diperkirakan. Kebanyakan pengunjung yang datang adalah para <del datetime="2010-06-14T07:46:19+00:00">maniak</del> mereka yang penasaran dengan keberadaan video yang dimaksud, sehingga ketika yang didapati hanyalah sekedar berita atau gosip, maka mereka akan mundur teratur. Itu sebabnya iklan PPC tidak terlalu mendapat perhatian dan tidak ada kenaikan yang signifikan. Siapa sih yang peduli dengan cara cepat kaya kalau nafsu sudah di ubun-ubun? <img src='http://cosaaranda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lain halnya dengan iklan In-Text Ads yang wujudnya serupa tapi tak sama dengan tautan biasa pada konten. Kita memang tidak bisa mengontrol kemunculannya, namun jika iklan tersebut eksis di kata yang tepat, &#8220;download&#8221; misalnya, sudah jelas akan mendapat <em>attention</em> dari para pencari video tersebut. Itu sebabnya peningkatan CTR lebih banyak terjadi pada iklan berjenis ini.</p>
<p>Di sini dapat kita simpulkan, <strong>bahwa monetisasi blog tidak hanya sekedar menulis konten dan mendatangkan trafik saja, melainkan juga diperlukan kecermatan dalam menciptakan konten dan memilih jenis monetisai blog mana yang memberi dampak optimal pada kantung kita</strong>.</p>
<p>Berikutnya kita akan membahas lebih jauh mengenai hubungan konten dengan monetisasi blog. Untuk saat ini, setidaknya studi kasus di atas bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menyikapi tren Piala Dunia 2010 yang sedang berlangsung.</p>
<p>Salam olahraga! <img src='http://cosaaranda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>* menahan diri untuk tidak nembak keyword di artikel ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cosaaranda.com/monetisasi-blog-tidak-sekedar-menulis-konten-dan-mendatangkan-trafik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>70</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Kegagalan AdonBanner</title>
		<link>http://cosaaranda.com/belajar-dari-kegagalan-adonbanner.html</link>
		<comments>http://cosaaranda.com/belajar-dari-kegagalan-adonbanner.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 21:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cosa Aranda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cosaaranda.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Sejak minggu lalu, AdonBanner resmi menasbihkan dirinya sendiri sebagai program scam. Cukup banyak yang kecewa dengan kejadian ini mengingat besarnya animo blogger pada saat AdonBanner pertama kali launching. Selain stok iklan yang hampir semuanya bukan program penjual mimpi, entah kenapa antar muka AdonBanner bagai magnet tersendiri yang membuat orang tertarik. Termasuk saya yang sekarang harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak minggu lalu, AdonBanner resmi menasbihkan dirinya sendiri sebagai program scam. Cukup banyak yang kecewa dengan kejadian ini mengingat besarnya animo blogger pada saat AdonBanner pertama kali launching. Selain stok iklan yang hampir semuanya bukan program penjual mimpi, entah kenapa antar muka AdonBanner bagai magnet tersendiri yang membuat orang tertarik. Termasuk saya yang sekarang harus merelakan hilangnya komisi ratusan ribu, hehehe.</p>
<p>AdonBanner mungkin bukan program PPC lokal pertama yang harus layu sebelum berkembang. Sudah banyak program-program PPC lokal lain yang terpaksa gulung tikar karena kalah bersaing. Penyebab utamanya sih jelas, tidak ada pemasang iklan yang mau melirik mereka. Akhirnya ya seperti AdonBanner tadi, besar pasak daripada tiang.</p>
<p><span id="more-53"></span>Membuka layanan bisnis internet di Indonesia memang gampang-gampang susah. Dibutuhkan usaha ekstra untuk membangun kepercayaan pengguna internet terhadap layanan yang ditawarkan. Apalagi jika sudah ada kompetitor lain yang telah meraih fanatisme pengguna internet mayoritas secara emosional. Di ranah PPC lokal misalnya, posisi KumpulBlogger dan KlikSaya saat ini terus terang sulit untuk digantikan.</p>
<p>Saya sendiri, dan mungkin banyak teman-teman yang lain, masih mendambakan sosok PPC lokal yang mampu menjadi pengganti dari AdonBanner. Bukan dari sisi scamnya, tapi dari sisi konsep yang diusung &#8212; bebas iklan penjual mimpi. Google saja berani menolak iklan-iklan yang tidak jelas seperti itu kok di jaringan iklan Adwords mereka.</p>
<p>Kalau buntut-buntutnya tidak ada advertiser lagi gimana?</p>
<p>Yah, sebetulnya itu pintar-pintarnya pemilik PPC lokal untuk menarik hati (calon) advertiser dan blogger. <strong>Mengapa tidak mencoba untuk mengajak blogger-blogger ternama untuk beriklan di jaringan iklan PPC lokal tersebut?</strong> Tawarkan sistem pembayaran mundur atau di belakang untuk mereka. Kalau perlu, tanpa membebankan biaya administrasi.</p>
<p>Tujuannya?</p>
<p>Pertama, <span style="text-decoration: underline;">pengguna internet yang melihat iklan tersebut dan mengetahui bahwa iklan tersebut milik seorang blogger yang sudah terkenal tentunya akan tertarik untuk mendaftar sebagai publisher di PPC lokal yang bersangkutan</span>.</p>
<p>Kedua, <span style="text-decoration: underline;">pemilik produk atau situs (calon advertiser) yang melihat iklan tersebut dan mengetahui bahwa blogger terkenal saja mau beriklan di PPC lokal tersebut tentunya juga akan tertarik untuk mendaftar sebagai advertiser di PPC lokal yang bersangkutan</span>.</p>
<p>Yang penting jangan lupa, bagi yang berminat untuk membuka layanan PPC lokal, siapkan cadangan dana setidaknya untuk 6 bulan ke depan. Tujuannya ya agar layanan Anda tidak berhenti di tengah jalan hanya gara-gara tidak ada pemasukan. Syukur-syukur gak sampai 6 bulan advertiser sudah mulai antri di depan pintu.</p>
<p>Di Reviewmu sendiri saya rutin menyediakan minimal 1 jobs review setiap bulannya. Kalau yang ini kebalikan di atas, tujuannya adalah untuk me-<em>maintenance</em> layanan supaya tetap berjalan seandainya tidak ada advertiser yang masuk. Alhamdulillah setiap bulannya masih ada saja advertiser yang tertarik untuk memasarkan situs atau produknya di layanan <a href="http://reviewmu.com">paid review lokal</a> pertama tersebut. Wajar saja, kan efeknya untuk SEO  lumayan yahud *promosi*</p>
<p>Ada yang mau mencoba? <img src='http://cosaaranda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>PS: Seandainya yang punya AdonBanner kebetulan baca artikel ini, saya mau loh <em>take over</em> domain + scriptnya <img src='http://cosaaranda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cosaaranda.com/belajar-dari-kegagalan-adonbanner.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

